Pemerintah Akan Petakan Sumber Pendorong Ekonomi Daerah
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan memetakan sumber ekonomi daerah. Langkah ini, kata Airlangga, akan menjadi solusi untuk melepaskan diri dari jeratan pendapatan kelas menengah (middle income trap).
“Kami akan petakan seluruh provinsi, kami lihat economic driver-nya seperti apa, kami lihat kesejahteraan sosialnya seperti apa, dan kami juga kejar tingkat pendidikan, dan tingkat kemiskinan,” kata Airlangga saat perayaan HUT Kemenko Perekonomian, di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Airlangga menyontohkan sektor industri menjadi mesin pertumbuhan ekonomi bagi Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Sementara di wilayah Indonesia Timur, industri hilirisasi menjadi mesin pengungkitnya. Serta, di Sumatera-Kalimantan perkebunan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
Pakar Ini Nilai Pensiun Dini PLTU Tak Hanya Goyang Ekonomi Daerah, tapi Juga Sosial Masyarakat
“Kemudian di (Pulau) Sumatera dan Kalimantan, (sektor) perkebunan," kata dia.
Airlangga mengatakan telah menggelar pembahasan untuk mengonversi tugas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mengurusi komoditas kakao, kelapa, dan karet. Ini karena, kata dia, potensi dari komoditas tersebut masih dapat dimaksimalkan kembali sehingga bisa menjadi mesin daya ungkit ekonomi pada daerah-daerah dengan sumber pertumbuhan komoditas tersebut.
"Oleh karena itu kemarin kebun kami akan dorong juga industri kakao untuk kami dongkrak kembali. Kakao itu kan kebunnya 800 ribu pada saat puncak. Tetapi saat sekarang di bawah 200 ribu. Sehingga pada saat industri kami bangun malah kurang bahan baku,” ucap dia.
Baca Juga
Airlangga: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat, Daya Saing Naik 7 Tingkat
Melihat pemetaan yang ada, Airlangga mengatakan terjadi perbedaan sumber komoditas yang membedakan berbagai wilayah antara Pulau Jawa dan Luar Jawa. "Tentu kalau di luar Pulau Jawa itu banyak yang resource based berbasis pada bahan baku tetapi Jakarta sudah service industry,” ucap dia.
Airlangga menegaskan bahwa telah setara dengan negara-negara lain yang basis pertumbuhan ekonominya adalah industri jasa. Namun, ia tak menampik bahwa masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan utamanya terkait pemerataan ekonomi.
“Nah oleh karena itu tantangan belum berakhir, PR jalan terus dan kereta Kemenko Perekonomian juga jalan terus,” kata dia.

