Kurs Rupiah Kembali Melemah, Ditutup di Rp 16.268/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah terpantau lesu dan kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam penutupan perdagangan Kamis (25/7/2024). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah melemah 24 poin ke level Rp 16.268/USD, melanjutkan depresiasi kemarin dengan mata uang Garuda ditutup di posisi Rp 16.224/USD .
Berdasarkan data pasar spot valas yang dilansir dari Yahoo Finance, hingga pukul 15.30 WIB, kurs rupiah bergerak melemah 36 poin ke level Rp 16.245/USD. Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyoroti rilis data manufaktur AS, yang menjadi sentimen pendorong penguatan indeks dolar.
S&P Global Flash PMI AS menunjukkan aktivitas sektor swasta tetap kuat, didorong oleh pertumbuhan yang lebih cepat di sektor jasa. "Sementara, sektor manufaktur AS secara tak terduga mengalami kontraksi untuk pertama kalinya, sepanjang tahun ini. Harga input naik paling tinggi dalam empat bulan, meski harga yang dikenakan menurun," kata Andry dalam keterangan di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Baca Juga
Ia juga menyorot soal peluang penurunan suku bunga AS sebesar 25 bps oleh The Fed. Kini, peluangnya kembali menjadi 100%.
"Di sisi lain, dolar melemah paling parah terhadap yen dan franc Swiss," imbuhnya.
Investor juga mencermati perkiraan awal pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS dan inflasi PCE, yang akan dirilis minggu ini. Data itu akan 'diawasi' dengan ketat.
Baca Juga

