Indeks Dolar Rebound, Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.815
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah ditutup melemah dalam perdagangan valas hari Selasa (15/04/2025), imbas tertekan indeks dolar Amerika Serikat yang berhasil rebound dan menurunnya tensi perang dagang. Berdasarkan data Jisdor Bank Indonesia (BI), kurs mata uang Garuda melemah 42 poin (0,25%) ke level Rp 16.815 per dolar AS, setelah dalam penutupan perdagangan kemarin menguat pada posisi Rp 16.773 per dolar AS.
Pada perdagangan valas di pasar spot yang dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah melemah terhadap greenback 41 poin atau 0,24%. Rupiah bergerak ke level Rp 16.810 per dolar AS.
Menguatnya indeks dolar tidak lepas dari dinamika perang dagang yang dipicu oleh tarif resiprositaS Presiden AS Donald Trump. Terbaru, Trump mengindikasikan potensi penangguhan tarif tinggi otomotif.
"Presiden Trump pada hari Senin mengindikasikan potensi pengecualian dari tarif 25% pada impor kendaraan asing, terutama dari negara-negara seperti Meksiko dan Kanada. Sebelum ini, pemerintah AS juga mengumumkan pengecualian untuk barang elektronik tertentu, termasuk telepon pintar dan laptop, terutama dari Cina," kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangan di Jakarta, Selasa (15/04/2025).
Baca Juga
Investor Masih Berhati-hati
Menurut Ibrahim Assuaibi, perkembangan itu telah meredakan beberapa kekhawatiran pasar atas meningkatnya perang dagang. Namun, kata dia, investor masih berhati-hati karena pemerintahan Trump terus maju dengan rencana untuk potensi mengenakan tarif pada impor semikonduktor dan farmasi.
Investigasi soal tarif ini diumumkan pada hari Senin, melalui pemberitahuan yang diunggah ke Federal Register oleh Departemen Perdagangan. "Kebijakan tarif pemerintahan Trump merupakan guncangan besar bagi ekonomi AS, yang dapat menyebabkan Federal Reserve memangkas suku bunga untuk mencegah resesi, bahkan jika inflasi tetap tinggi, kata Gubernur Fed Christopher Waller pada Senin," ujar Ibrahim.

