IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham ADMR, MDKA, AMMN, MBMA, dan ESSA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham emiten yang bergerak di pertambangan dan terkait layak dicermati investor, yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).
“Inflasi Indonesia bulan Juni tercatat terkendali. Hari ini, IHSG berpotensi menguat terbatas, dengan pergerakan pada rentang 7.115-7.170,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (2/7/2024).
Baca Juga
Harga Emas Naik Tipis, tapi Catat ‘Gain’ Lebih dari 4% pada Kuartal II
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini membeberkan, IHSG kembali menguat untuk 5 hari berturut-turut ke level 7.139, setelah menguat 1,08% kemarin. Penguatan ini ditopang oleh sentimen positif rally saham global.
Seiring dengan itu, investor asing berbalik arah melakukan net buy sebesar Rp 270 miliar di pasar regular. Lima saham yang paling banyak dibeli yaitu BMRI, BBCA, AMMN, BBNI, dan BRIS.
Baca Juga
Minyak Mentah AS Melonjak Lebih dari 2% Jelang Libur ‘Independence Day’
Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh sektor transportasi, bahan baku, dan energi. Indeks masing-masing melejit 4,14%, 3,15%, dan 2,27%. Sebaliknya, sektor yang melemah paling signifikan yaitu sektor kesehatan sebesar 0,45%.
Cheril mengatakan, pergerakan komoditas minyak mentah trennya menguat. "Harga minyak menguat hingga melampaui level US$ 83/ barel, level tertinggi dalam 2
bulan terakhir. Memasuki musim panas, permintaan minyak diperkirakan meningkat," paparnya.
Bursa Global
Sementara itu, bursa saham global kompak menguat tipis Senin waktu setempat. Di bursa saham AS, penguatan dipimpin oleh indeks teknologi Nasdaq yang menguat 0,83%.
"Berdasarkan rilis data ekonomi, US ISM Manufacturing PMI turun ke 48,5 di Juni 2024, dari 48,7 di Mei 2024. Pelemahan tersebut dinilai pasar memperbesar peluang pemangkasan suku bunga acuan The Fed di September 2024," imbuhnya.
Di Eropa, indeks CAC 40 Prancis menguat lebih dari 1%, memimpin penguatan mayoritas indeks di Eropa. Hal ini bersamaan dengan hasil putaran pertama pemilu di
Prancis yang dimenangkan oleh National Rally, partai yang salah satunya menganut kebijakan anti imigrasi. Sedangkan partai pengusung Presiden Emmanuel Macron berada di peringkat ketiga.
"Untuk indeks saham Asia ditutup cenderung menguat, setelah rilis data Caixin Global Manufacturing PMI Tiongkok naik ke level 51,8 di bulan Juni. Ini tertinggi
dalam lebih dari tiga tahun dari level 51,7 di bulan sebelumnya dan lebih tinggi dari ramalan pasar 51,2," tuturnya.
(Disclaimer on)

