Usai Pusat Data Nasional Diserang Siber, Menkeu Ungkap Belanja Data Center Kominfo Rp 700 Miliar!
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah menggelontorkan dana belanja pusat data (data center) senilai Rp 700 miliar. Belanja ini terpusat di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang masuk dalam belanja K/L dalam infrastruktur.
"Untuk Kominfo ada (belanja) anggaran besar mendekati Rp 5 triliun, tepatnya Rp 4,9 triliun yang sudah dibelanjakan," kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa, Kamis (27/6/2024).
Baca Juga
DPR Kritik Keras BSSN Usai Serangan Siber ke Pusat Data Nasional: Ini Kebodohan Nasional
Belanja itu, kata Sri Mulyani, digunakan untuk pemeliharaan dan operasional BTS 4G sebesar Rp 1,6 triliun. Sementara, belanja untuk kapasitas satelit dan Palapa Ring masing-masing Rp 700 miliar dan Rp 1,1 triliun. "Belanja ini juga dianggarkan untuk data center Rp 700 miliar," kata dia.
Secara umum, belanja infrastruktur terealisasikan mencapai Rp 112,9 triliun. Belanja ini melonjak dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 20,6%. "Tahun lalu level belanja infrastruktur itu Rp 93,7 triliun," kata dia.
Sri mulyani mengatakan, ada berbagai akselerasi belanja yang dilakukan K/L. Ini dilakukan untuk menyelesaikan target pembangunan proyek sebelum periode pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir.
Baca Juga
Kemenkominfo Pastikan Baru 5 Layanan Publik yang Berhasil Dipulihkan dari Serangan Siber
Kementerian PUPR membelanjakan anggaran sebesar Rp 31,6 triliun. Belanja itu digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan, bendungan, jaringan irigasi, dan saluran penyedia air minum (SPAM), serta rusun.
Kementerian Hubungan, kata Bendahara Negara, telah membelanjakan Rp 11,3 triliun untuk pembangunan rel kereta api, bandara, dan pelabuhan. Sementara, Kementerian Agama membelanjakan Rp 2,6 triliun untuk pembangunan gedung, prasarana madrasah, prasarana perguruan tinggi keagamaan, dan asrama haji.
Kemenkeu juga mencatat belanja infrastruktur dari dana transfer ke daerah sebesar Rp 25,7 triliun. Sementara itu pembiayaan untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Penanaman Modal Negara (PMN) kepada BUMB masing-masing Rp 6 triliun dan Rp 24,6 triliun.

