Bos Bapanas: Cadangan Pangan Ideal Minimal 5% dari Kebutuhan Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, stok level masing-masing komoditas pangan strategis yang menjadi cadangan pangan pemerintah (CPP) idealnya berkisar 5 hingga 10% dari kebutuhan nasional.
Ia mencontohkan, untuk komoditas beras, kebutuhan beras tahunan sekitar 31,2 juta ton. Dengan demikian, stok beras yang dimiliki pemerintah minimal sejumlah 1,5 juta ton. Saat ini, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Bulog mencapai 1,6 juta ton.
“Saya berharap seluruh pihak stakeholder pangan, melihat ini semua, sehingga kita bisa meningkatkan cadangan pangan kita ke depan. Dan ini tentunya memerlukan alokasi anggaran yang memadai,” ucap Arief dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/6/2024).
Baca Juga
Mentan Amran: Swasembada Pangan Bisa Terwujud Bila Semua Elemen Bangsa Berkolaborasi
“Ini akan sangat bermanfaat karena digunakan untuk membantu menyerap produksi petani/peternak, diserap dengan harga yang baik, kemudian selanjutnya digunakan untuk intervensi pemerintah dalam stabilisasi pangan," kata Arief menambahkan.
Arief mengatakan, penguatan cadangan pangan pemerintah merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Hal tersebut menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam setiap kunjungan mengecek stok dan ketersediaan beras di gudang Bulog untuk memastikan stok aman.
Baca Juga
Budi Djiwandono Ungkap 5 Kunci Wujudkan Swasembada Pangan dan Indonesia Emas 2045
"Pemenuhan stok beras ini harus diprioritaskan berasal dari produksi dari dalam negeri. Karena itu, kami mendukung sepenuhnya Kementerian Pertanian dalam melakukan upaya peningkatan produksi di tengah tantangan dan dinamika lingkungan strategis,” ungkap Arief.
"Ketahanan pangan harus berdasarkan kemandirian dan kedaulatan pangan. Itu kita sepakat sesuai amanat UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, sehingga untuk mencapai hal itu, fokus ke peningkatan produksi dalam negeri menjadi keniscayaan," tegasnya.

