Bahlil Tegaskan Cadangan BBM Nasional Lampaui Batas Minimal
JAKARTA, investortrus.id - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan cadangan energi nasional melampaui batas minimal. Untuk itu, Bahlil memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) hingga LPG sangat aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Hal itu disampaikan Bahlil dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
"Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG insyaallah aman Bapak," kata Bahlil.
Baca Juga
Terkait bahan bakar minyak (BBM), Bahlil menjelaskan bahwa ketersediaan untuk memenuhi kebutuhan nasional saat ini masih berada di atas batas minimal cadangan nasional. Hal tersebut mencakup berbagai jenis BBM seperti RON 90, RON 92, RON 98, hingga solar dan avtur yang dinilai masih aman dalam beberapa waktu ke depan.
Meski demikian, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kedaulatan energi nasional. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui pencampuran biodiesel serta pengembangan kilang minyak dalam negeri.
“Jadi RDMP kita selesaikan, ini cukup membantu kita, Pak. Mengurangi impor bensin kita 5,5 juta ton, sama BBM solar 3,5 juta,” katanya.
Bahlil menjelaskan pengembangan refinery dan kilang dalam negeri menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
“Yang pada akhirnya kemudian nanti kalau lifting kita enggak mencapai 1,6 juta, selisih antara kebutuhan crude, dan kemampuan kita lifting, itulah yang kita impor,” ujarnya.
Baca Juga
Prabowo Kaji Penerapan WFH untuk Hemat BBM Imbas Perang Iran
Sementara itu, terkait persediaan LPG, Bahlil menuturkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk memastikan pemenuhan kebutuhan nasional, termasuk melalui diversifikasi negara pemasok LPG.
“Jadi total LPG kita dari 100%, dari 7,6 juta impor, itu 70% kita ambil dari Amerika. 20% dari Middle East, sisanya dari negara lain seperti Australia. Dengan kondisi sekarang, yang di middle east kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain,” jelasnya.

