ICAEW: Konsumsi Rumah Tangga Akan Terus Menjadi Penopang Utama Ekonomi RI
JAKARTA, investortrust.id – Riset Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) menunjukkan, di tengah pengetatan kebijakan moneter, konsumsi rumah tangga di Indonesia diperkirakan terus meningkat dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
"Meskipun diprediksi mengalami kesulitan karena hambatan terkait kebijakan moneter, konsumsi rumah tangga diharapkan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Ketua ICAEW Indonesia, Conny Siahaan dalam keterangan resmi, Selasa (18/6/2024).
Baca Juga
Industri Manufaktur Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Era Prabowo
Menurut Conny, seperti negara tetangga Singapura yang juga mengalami pertumbuhan di sisi konsumsi domestik akibat naiknya penjualan ritel, konsumsi rumah tangga di Indonesia juga diperkirakan terus meningkat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat perekonomian Indonesia tumbuh 5,05% pada 2023, konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 53,18% terhadap distribusi produk domestik bruto (PDB) pengeluaran. Sedangkan investasi, ekspor netto, konsumsi pemerintah, dan konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT) masing-masing berkontribusi 29,33%, 19,57%, 7,45%, dan 1,25%.
Conny Siahaan mengungkapkan, perekonomian negara-negara di kawasan Asia Tenggara mengalami pertumbuhan yang beragam di masing-masing negara.
Berbeda dengan Vietnam yang pertumbuhan ekonominya turun menjadi 5,6% pada kuartal IV-2014 dibanding 6,7% pada kuartal sebelumnya, Indonesia termasuk yang masih bertumbuh positif. Pada kuartal I-2024, ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% dibanding 5% pada kuartal IV-2023.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong konsumsi domestik, terutama pengeluaran selama pemilu di sektor publik, yang juga terbantu oleh transaksi Ramadan dan Idulfitri,” tutur dia.
Baca Juga
Conny Siahaan menjelaskan, perekonomian Asia Tenggara pada kuartal I-2024 masih relatif kuat, terutama Indonesia, dibandingkan kuartal IV tahun lalu.
"Melalui riset ini, kami berharap setiap pihak yang terlibat dan berperan menggerakkan roda ekonomi bisa memanfaatkan setiap peluang dan sekaligus mengambil langkah-langkah cermat yang dapat membantu menggerakkan ekonomi ASEAN ke arah yang lebih baik dan stabil di masa depan," papar dia.

