Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Penopang Utama PDB 2023
JAKARTA, investortrust.id - Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, seluruh komponen pengeluaran, ditopang konsumsi mendorong pertumbuhan PDB 2023.
“Konsumsi rumah tangga terus tumbuh seiring terkendalinya inflasi dan daya beli masyarakat yang terus terjaga,” kata Amalia saat paparan Potret Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2023, di Gedung BPS, Jakarta, Senin (5/2/2024).
Berdasarkan data BPS pertumbuhan komponen pendorong utama ekonomi secara cumulative-to-cumulative/ctc 2023 adalah konsumsi rumah tangga tumbuh tumbuh 4,82%. Angka ini lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 4,94%. Meski demikian, konsumsi rumah tangga berkontribusi terhadap 53,18% PDB.
“Konsumsi yang tumbuh tinggi antara lain restoran dan hotel. Seiring maraknya wisata selama libur sekolah, Natal, dan tahun baru,” kata dia.
Baca Juga
Selain itu, konsumsi yang mengalami kenaikan yaitu transportasi dan komunikasi. Konsumsi ini, kata Amalia, untuk mendukung mobilitas masyarakat yang meningkat untuk berwisata.
“Selain itu juga pembelian sepeda motor juga mengalami peningkatan,” kata dia.
Lebih lanjut, Amalia mengatakan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 4,40%. PMTB yang tumbuh positif ditopang pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aktivitas penanaman modal di Indonesia. Komponen ini berkontribusi terhadap 29,22% dari PDB 2023.
Indikator peningkatan PMTB tersebut, di antaranya pembangunan perumahan seperti rumah susun (rusun) Lanud Halim Perdana Kusuma, rusun ASN di IKN, program sejuta rumah, dan lain-lain. Pembangunan jalan tol menjadi indikator lain tumbuhnya PMTB.
Pembangunan jalan tol yang dimaksud yaitu Jalan Tol Kisaran-Tebing Tinggi, Jalan Tol Serpong-Cinere, Jalan Tol Cinere-Jagorawi, dan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.
Baca Juga
IHSG Sesi I Anjlok 26 Poin, tapi Saham CINT dan POLU Cetak ARA
“Pembangunan bendungan, antara lain, Bendungan Margatiga di Lampung, Bendungan Cipanas di Jawa Barat, Bendungan Karian di Banten, dan lain-lain,” kata dia.
Amalia mengatakan, pada 2023 ini, ekspor mengalami pertumbuhan positif didorong meningkatnya volume ekspor migas dan ekspor jasa seiring meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan devisa masuk dari luar negeri. Pengeluaran ekspor membukukan 1,32%. Komponen ini berkontribusi terhadap 21,75%.
“Meskipun ekspor barang nonmigas mengalami kontraksi, seperti mesin peralatan listrik, bijih, kerak, dan abu logam serta alas kaki,” kata dia.
Sementara itu, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 9,83% ctc. Meski tumbuh, komponen ini hanya memberi kontribusi sebesar 1,25% dari PDB.
“Didorong aktivitas dalam rangka persiapan pemilihan umum,” kata dia.

