Rupiah Jeblok Dekati 16.400 per Dolar AS, BI Segera Ambil Langkah Ini
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah terpantau jeblok dan melemah terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan kurs jelang akhir pekan, Jumat (14/6/2024). Mata uang Garuda bergerak melemah hingga ditutup mendekati posisi Rp 16.400 per dolar AS.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Edi Susianto mengungkap dua sentimen utama yang membuat hampir seluruh mata uang di kawasan Asia melemah terhadap indeks dolar AS. Salah satunya adalah data jobless claim US yang meningkat.
"Data itu mempengaruhi pergerakan nilai tukar di pagi-siang hari ini," kata Edi kepada investortrust.id, Jumat (14/6/2024).
Selain itu terdapat juga keputusan Bank of Japanese (BoJ) yang dovish, turut mempengaruhi pergerakan nilai tukar sepanjang hari ini. Kedua sentimen tersebut, menurut Edi menyebabkan indeks dolar AS menguat signifikan.
"Itu menyebabkan mata uang lainnya melemah termasuk rupiah," sambung Edi.
Dalam rangka merespons hal tersebut, ia menyebut BI segera mengambil langkah strategis dengan melakukan triple intervention. Adapun langkah BI adalah melakukan intervensi langsung di pasar spot, transaksi domestic non deliverable forward non-dolar (DNDF) hingga pembelian surat berharga negara (SBN).
"Langkah ini diambil untuk mengawal agar confidence market tetap terjaga," ucap Edi.
Sementara itu berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), mata uang Garuda melemah 87 poin ke level Rp 16.374 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di angka Rp 16.286 per dolar AS.

