Bahaya! Rupiah Dekati 16.400 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS) semakin mendekati Rp 16.400 per dolar AS. Pagi ini dilansir dari Yahoo Finance, hingga pukul 09.30 WIB, rupiah berada di level Rp 16.374 per dolar AS.
Menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, menguatnya indeks dolar AS tidak terlepas dari sejumlah sentimen yang yang dialami negeri Paman Sam tersebut .
Penjualan ritel AS pada bulan Mei lebih lemah dari perkiraan, mengindikasikan perlambatan belanja konsumen, sementara produksi industri melebihi perkiraan.
Produksi manufaktur AS naik 0,9% dari bulan sebelumnya pada bulan Mei-24, mengalahkan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 0,3%. Indeks manufaktur tahan lama naik 0,6%, indeks manufaktur tidak tahan lama melonjak 1,1%, dan indeks penerbitan dan penebangan naik 0,2%.
"Sebagian besar kelompok industri manufaktur tahan lama membukukan keuntungan," kata Andry, Rabu (19/6/2024).
Sementara itu Presiden Fed New York Williams menyoroti arah positif perekonomian namun tidak menentukan batas waktu kemungkinan penurunan suku bunga, sementara Gubernur Fed Kugler memperkirakan penurunan suku bunga akan terjadi pada akhir tahun ini.
Baca Juga
Ekonomi Tidak Sedang Baik-Baik Saja, Ketua Banggar DPR Minta Pemerintah dan BI Kuatkan Rupiah
Pasar AS sendiri akan tutup pada hari Rabu ini. Sebelumnya kurs valas Mandiri mencatat Rupiah (14/6/2024) terdepresiasi sebesar 0,8% menjadi Rp 16.400 per dolar AS atau terdepresiasi sebesar 6,5% year to date.
"Rupiah terhadap USD hari ini kemungkinan akan bergerak pada kisaran 16.330 dan 16.425," sebut Andry.

