Ini Alasan Sri Mulyani Perketat Belanja APBN 2024
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkap saat ini tengah berupaya memperketat belanja APBN Tahun 2024. Ia mengatakan kebijakan tersebut didasari oleh sejumlah alasan.
Menurutnya saat ini Indonesia tengah memasuki masa transisi pemerintahan baru. Hal ini menjadi tidak mudah, terlebih penetapan belanja ABPN di kuartal IV-2024 mayoritas akan dilakukan oleh pemerintahan baru.
"Selagi berada dalam masa transisi, kami terus mengelola anggaran, ini bukan situasi yang mudah bagi kita semua," ungkapnya saat menyampaikan pidato kunci pada Fitch on Indonesia 2024, di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (15/4/2024).
Selain masa transisi pemerintahan baru, ia juga menjelaskan saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan ketidakstabilan global salah satunya akibat perang di Ukraina, serta meningkatnya eskalasi di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga
Faktor global tersebut diakui Sri Mulyani turut berpengaruh terhadap harga sejumlah komoditas impor. Hal ini kemudian turut menciptakan tekanan terhadap ruang APBN.
Ia berujar terus memantau segala perkembangan dan perubahan yang terjadi di lingkungan global, khususnya dalam kaitan dengan dampak terhadap pengelolaan APBN. Namun ia memastikan momentum pemulihan dan ekonomi akan terus berlanjut, utamanya dalam upaya penciptaan lapangan kerja serta pengentasan angka kemiskinan.
"Oleh karena itu pada APBN tahun 2024, kami akan terus fokus membelanjakan hal-hal yang penting, tidak hanya untuk saat ini, namun juga untuk masa depan Indonesia," jelas Sri Mulyani.
Kemudian ia juga menyebutkan salah satu program prioritas pemerintah ialah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang turut membutuhkan porsi alokasi lebih besar dari APBN 2024.
Sebelumnya pada konferensi pers APBN Kita beberapa waktu lalu, Sri Mulyani mengumumkan posisi APBN dalam kuartal I atau hingga akhir Maret 2024 mencatatkan surplus sebesar Rp 8,1 triliun.
Menurut Sri Mulyani, hingga akhir Maret 2024 pendapatan negara telah mencapai Rp 620,01 triliun atau setara 22% dari target di kuartal pertama. Sementara dari sisi belanja, APBN telah mengeluarkan sebesar Rp 611,9 triliun atau setara 18,4% dari pagu belanja sepanjang tahun 2024.
Pengeluaran APBN untuk belanja pada kuartal pertama tahun ini seperti dikatakan Sri Mulyani juga mengalami kenaikan 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

