Sektor Pertambangan di Maluku dan Papua Tumbuh Pesat, Tapi Daya Beli Masyarakat Rendah, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Maluku-Papua sebesar 12,15% pada kuartal I-2024. Namun konsumsi rumah tangga dua wilayah tersebut masih rendah.
Kepala Peneliti Industri dan Ekonomi Kawasan Bank Mandiri Dendi Ramdani menyebut pertumbuhan tinggi tidak berdampak langsung ke konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga justru hanya 4,91% pada kuartal-I 2024.
Baca Juga
Ekonom Bank Mandiri Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5,06% Tahun 2024
“Tapi di Maluku Utara dan Papua lebih rendah. Maluku Utara (konsumsi rumah tangga) 4,12% dan Papua 4,3%” kata Dendi saat Mandiri Macroeconomic Outlook, yang digelar daring, Selasa (14/5/2025).
Dendi mengatakan, pertumbuhan ekonomi di dua wilayah tersebut mencapai 11,8% untuk Maluku Utara dan 17,49% untuk Papua. Pertumbuhan ini membuktikan karakteristik sektor pertambangan yang tidak terlalu punya keterikatan dengan ekonomi lokal.
“Ini tantangan ke depan, bagaimana sektor pertambangan bisa berdampak langsung dan juga melibatkan ekonomi masyarakat di daerah tersebut, sehingga berdampak pada konsumsi dan daya beli,” kata dia.
Baca Juga
Masih Resilien, Kredit Perbankan Diyakini Bisa Tumbuh Double Digit di Tahun Ini
Secara spasial, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh di seluruh wilayah, meski melambat di sejumlah wilayah seperti Pulau Sumatera dan Sulawesi. Pulau Kalimantan, Maluku dan Papua, serta Bali dan Nusra menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang menguat pada kuartal-I 2024.
“Kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB adalah sebesar 57,7%, yoy. Diikuti Pulau Sumatera yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 21,85%,” kata dia.
Pulau Jawa Tumbuh 4,84% pada kuartal I-2024 (yoy). Selanjutnya berturut-turut Pulau Sumatera tumbuh sebesar 4,24%, Pulau Kalimantan dengan pertumbuhan 6,17%, Pulau Sulawesi dengan pertumbuhan 6,35%, Bali dan Nusra dengan pertumbuhan 5,07%, dan Maluku dan Papua dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 12,15%.
Baca Juga
Ekonom Bank Mandiri: Harga Komoditas Terkerek, Ruang Fiskal Akan Melonggar
“Pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku dan Papua, terlihat cukup tinggi dan seluruhnya mampu tumbuh di atas ekonomi nasional,” ujar Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Amalia mengatakan, berdasarkan provinsi, Provinsi Papua pada kuartal I-2024 membukukan pertumbuhan ekonomi paling tinggi sebesar 9,35% (yoy). Sedangkan pertumbuhan ekonomi paling rendah secara spasial dicatatkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan pertumbuhan 0,02% (yoy).

