Bahlil: Ekspor Sektor Hilirisasi Mineral Capai US$ 12 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Ekspor Indonesia dari sektor hilirisasi mineral mencapai US$ 12 miliar, antara lain didukung proyek Weda Bay. Proyek di Maluku Utara ini sudah ramah lingkungan.
Hal itu dikatakan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat menjadi pembicara kunci pada Indonesia-Australia Business Summit di Melbourne, Victoria, Australia, Senin pagi (13/5/2024) waktu setempat. Ia mengatakan, proyek hilirisasi ramah lingkungkungan di kawasan industri Weda Bay menjadi bukti komitmen pemerintah Indonesia dalam membangun industri ramah lingkungan.
"Indonesia memiliki potensi besar bagi investasi hijau. Namun, tantangan saat ini adalah investor yang tertarik berinvestasi di sektor energi hijau masih terbilang sedikit," katanya dalam keterangan pada Selasa (14/5/2023).
Ajak Australia Investasi
Menurut Bahlil, hanya 1/5 dari investasi pada energi hijau mengalir ke negara berkembang, di mana 2/3 penduduk dunia hidup di negara berkembang. Investor hanya akan berinvestasi ke negara-negara yang memiliki energi bersih.
"Di sisi lain, pasar global menantikan produk-produk industri dari energi listrik ramah lingkungan," sebutnya.
Ia mengungkapkan, target karbon netral pada tahun 2060 salah satunya dicapai dengan mengembangkan sistem penyimpanan energi bersih atau baterai, yang akan beroperasi pada 2030. Berangkat dari keseriusan ini, Bahlil mengajak investor Australia meningkatkan investasi di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, yaitu sejak tahun 2019 –triwulan I 2024, total realisasi investasi Australia di Indonesia mencapai US$ 1,96 miliar. Selama tahun 2023, Australia menempati peringkat ke-10 sebagai sumber penanaman modal asing (PMA) terbesar bagi Indonesia, dengan realisasi investasi mencapai US$ 0,5 miliar.
Demikian pula pada triwulan I tahun 2024, Australia masih berada di peringkat ke-10. Realisasi investasi sebesar US$ 172,3 juta.
Tiga sektor utama penyumbang realisasi investasi terbesar asal Australia yaitu pertambangan (65,4%), hotel dan restoran (7,6%), dan jasa lainnya (6,4%).

