Tergelincir, Rupiah Melemah ke 16.054/US$ Setelah Tren Menguat dalam Sepekan
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah melemah terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS) dalam penutupan perdagangan nilai tukar (kurs), Selasa (7/5/2024). Berdasarkan pantauan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah tergelincir 29 poin ke level Rp 16.054/US$.
Dalam pantauan perdagangan spot antarbank mata uang rupiah juga terpantau melemah terhadap indeks dolar AS. Dilansir dari Yahoo Finance, hingga pukul 15.30 WIB rupiah melemah 25 poin ke level Rp 16.045/US$ setelah sebelumnya berada di Rp 16.020/US$ pada penutupan perdagangan Senin (6/5/2024).
Melemahnya rupiah pada perdagangan nilai tukar hari ini menjadi yang pertama setelah mata uang Garuda mengalami tren menguat dalam sepekan. Atau setelah The Fed menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuan, Fed Fund Rate.
Presiden Komisaris HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menyebut mata uang rupiah cenderung bergerak relatif stabil. Hal tersebut didorong oleh penilaian pelaku pasar terkait prospek kebijakan moneter oleh Federal Reserve berdasarkan komentar pejabat bank sentral tersebut baru-baru ini.
Ia mengutip pernyataan Presiden Fed New York John Williams menyatakan keputusan penurunan suku bunga akan didasarkan pada data yang masuk, sementara Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan keyakinannya inflasi akan turun menjadi 2% karena dampak penuh dari kenaikan suku bunga akan terwujud.
Baca Juga
Sementara Pekan lalu, indeks turun sekitar 1% karena The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil.
Kemudian Gubernur The Fed Jerome Powell mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga kembali untuk memerangi tingginya inflasi. Powell juga menegaskan kembali bias pelonggaran bank sentral meskipun ada penundaan dalam waktunya.
"Pasar sekarang melihat penurunan total sebesar 45 basis poin pada tahun ini, dan penurunan pada bulan November sudah diperhitungkan sepenuhnya," kata Sutopo kepada investortrust.id, Selasa (7/5/2024).
Dalam perdagangan pekan ini ia memprediksi rupiah bergerak stabil akibat tidak ada katalis sentimen tertentu. Namun ia memperingatkan pelaku pasar untuk mewaspadai ancaman ketegangan di Kawasan Timur Tengah akibat perundingan gencatan senjata Israel-Hamas gagal mencapai kesepakatan.
"Rentang rupiah pada pekan ini kemungkinan berkisar di area 15.900/US$ - 16.100/US$," pungkas Sutopo.

