Prospek Pemangkasan Bunga AS Melemah, Kurs Rupiah Tergelincir
JAKARTA, investortrust.id - Prospek pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat dalam waktu dekat melemah, seiring data aktual Consumer Price Index (CPI) AS tahunan naik 3,2%, lebih dari perkiraan pasar 3,1%. Pada awal perdagangan Jumat (15/03/2024) pagi, rupiah dibuka tergelincir 45 poin atau 0,29% menjadi Rp 15.625 per USD dari sebelumnya Rp 15.580 per USD.
"Pelemahan rupiah sejalan dengan tren penguatan dolar AS saat ini. Hal tersebut akibat keragu-raguan pasar terhadap prospek pemangkasan suku bunga Amerika dalam waktu dekat masih abu-abu," kata analis Finex Brahmantya Himawan sebagaimana dilansir Antara di Jakarta, Jumat (15/03/2024).
Baca Juga
IHSG Hari Ini Potensi Melemah, Simak Rekomendasi Saham ASII, MEDC, dan BBTN
Ia menuturkan, prospek pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat masih abu-abu karena data inflasi konsumen (CPI) dan data inflasi produsen (PPI) naik melebihi perkiraan pasar. Data aktual Produsen Price Index (PPI) AS naik menjadi 0,6%, lebih dari perkiraan yang hanya 0,3% dan dari periode sebelumnya 0,3% juga.
Angka klaim pengangguran AS yang lebih rendah dari ekspektasi pasar juga memberikan sentimen positif pada mata uang dolar AS. Unemployment claims AS turun menjadi 209 ribu dari perkiraan 218 ribu dan periode sebelumnya 210 ribu.
Baca Juga
Brahmantya memprediksi rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 15.560 per USD sampai dengan Rp 15.700 per USD.

