Indonesia Masih Punya 7,20 Juta Penganggur
JAKARTA, investortrust.id - Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, sebanyak 7,20 juta orang angkatan kerja tercatat sebagai tingkat pengangguran terbuka (TPT). Angka ini setara 4,82% dari jumlah angkata kerja.
“Angka tersebut lebih rendah dibanding periode sama tahun sebelumnya, bahkan lebih rendah dibanding tingkat pengangguran sebelum pandemi Covid-19 sebesar 4,94% pada Februari 2020,” kata Amalia di Jakarta, Senin (6/5/2025).
Baca Juga
Amalia menjelaskan, penurunan angka pengangguran terbuka ini konsisten terjadi pada penduduk laki-laki dan perempuan, serta di wilayah perkotaan dan perdesaan.
Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran di wilayah perkotaan dan perdesaan sudah lebih rendah dibanding sebelum pandemi (per Februari 2020). TPT per Februari 2020 mencapai 4,94%.
Menurut Amalia, hingga Februari 2024 terdapat 214 juta penduduk usia kerja, bertambah 2,41 juta orang dibandingkan Februari 2023.
“Angkatan kerja (AK) mencapai 149,38 juta orang atau bertambah 2,76 juta orang, tumbuh 1,88%. Sedangkan bukan angkatan kerja (BAK) mencapai 64,62 juta atau lebih rendah 0,35 juta orang yang kira-kira turun 0,54%” ujar dia.
Angka pengangguran yang mencapai 7,20 juta orang, kata Amalia, turun 9,89% dibandingkan Februari 2023. “Dengan demikian, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 142,18 juta orang, bertambah 3,55 juta orang, naik 2,56% dibanding Februari 2023,” tutur dia.
Baca Juga
Menaker Sebut Kelompok Usia Muda Sumbang Angka Pengangguran Terbanyak
Amalia membeberkan, penduduk yang bekerja terdiri atas pekerja penuh sebanyak 93,27 juta orang, bertambah 1,11 juta orang atau naik 1,2%. Pekerja paruh waktu sebanyak 36,8 juta orang, berkurang 0,08 juta orang atau turun 0,22%.
“Adapun jumlah penduduk setengah pengangguran mencapai 12,11 juta orang, bertambah 2,52 juta orang atau naik 26,28%,” kata dia.
