Kemenlu Evakuasi 2.285 WNI dari Timur Tengah, 720 Lainnya Masih Tertahan di Wilayah Konflik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Plt. Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah, menyatakan bahwa pemerintah telah memfasilitasi pemulangan 2.285 Warga Negara Indonesia (WNI) dari kawasan Timur Tengah. Langkah evakuasi ini merupakan dampak dari meningkatnya eskalasi konflik di Teluk Persia yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Heni menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan pemulangan reguler dan tidak termasuk jemaah umrah yang juga telah dipulangkan secara bertahap. Hingga saat ini, Kemlu mencatat masih terdapat 720 WNI yang tertahan di wilayah sekitar Timur Tengah akibat gangguan jadwal penerbangan sebagai dampak langsung dari situasi konflik.
Baca Juga
Hasil Investigasi PBB: Penyebab Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon Terungkap
“Data ini di luar jumlah jemaah umrah yang dipulangkan. Saat ini, 720 WNI yang tertahan sedang dalam penanganan untuk kepulangan mereka ke Tanah Air,” ujar Heni dalam taklimat media di kantor Kemlu, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
KBRI Teheran secara konsisten terus melakukan kontak berkala dengan para WNI di Iran, baik yang berstatus residen maupun non-residen. Berdasarkan data terbaru, tercatat masih ada 281 WNI di Iran, di mana 25 orang di antaranya merupakan Anak Buah Kapal (ABK) yang bertugas di wilayah pesisir Iran.
Heni menambahkan bahwa rencana evakuasi tahap berikutnya terus dimatangkan dengan menyesuaikan kondisi terkini dan situasi keamanan di lapangan. Kemlu memprioritaskan keamanan jalur evakuasi untuk memastikan keselamatan WNI hingga sampai ke negara tujuan transit maupun tanah air.
“Kami perlu memastikan bahwa pergerakan WNI dilakukan melalui rute yang aman, baik saat menuju titik kumpul maupun pergerakan menuju destinasi di negara lain,” pungkasnya.

