Kata Morgan Stanley tentang Tren Suku Bunga 2024, Benarkah Bikin Ciut Nyali?
JAKARTA, investortrust.id - Morgan Stanley memperkirakan kebijakan suku bunga di negara maju (developed market/DM) secara umum akan tetap tidak berubah pada bulan pertama 2024. Suku bunga hanya akan mengalami penurunan secara perlahan seiring dengan inflasi yang mendekati target bank sentral.
“Pada tahun 2023, terjadi penurunan inflasi dari hampir dua digit menjadi satu digit menengah ke bawah. Kecepatan penurunan pada tahun 2024 seharusnya lebih bertahap,” demikian catatan Morgan Stanley tentang tren perkonomian global 2024 yang dilansir Jumat (17/11/2023).
Menurut Morgan Stanley, inflasi mendekati target tetapi belum sepenuhnya mencapai target di sebagian besar negara maju. Tahap terakhir normalisasi inflasi diprediksi baru akan terjadi pada tahun 2025.
Baca Juga
Morgan Stanley Rilis Prediksi Ekonomi Global 2024, Yuk Cari Tahu Gambarannya
Melihat kondisi demikian, bank sentral dunia diprediksi hanya akan membuat kebijakan mendekati tingkat suku bunga netral pada akhir 2025. China menjadi pengecualian, karena negara ini memasuki siklus reflasi yang ringan, yang akan dimulai pada 1Q/2024.
Menurut Morgan Stanley, kebijakan moneter yang ketat akan terus memberikan tekanan pada siklus global selama jangka waktu proyeksi, karena inflasi hanya akan mencapai target secara berkelanjutan pada tahun 2025.
Meskipun resesi tetap menjadi risiko di mana-mana, Morgan Stanley memperkirakan resesi dalam skenario dasar (seperti di Inggris) akan cenderung dangkal. Alasanya, inflasi cenderung turun saat lapangan kerja meningkat. Dengan demikian pendapatan riil akan terjaga dan konsumsi akan tumbuh, meskipun pada sisi lain investasi cenderung fluktuatif.
Baca Juga
Beda Pendapat Goldman Sachs dan Morgan Stanley Soal Proyeksi Suku Bunga The Fed

