Morgan Stanley Rilis Prediksi Ekonomi Global 2024, Yuk Cari Tahu Gambarannya
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan keuangan global, Morgan Stanley (MS) merilis perkiraan ekonomi global tahun 2024 berjudul “The Last Mile”. Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat tahun 2023 akan berlanjut dengan tren lebih lambat, dengan kisaran di bawah 3% pada tahun 2024 dan 2025.
“Inflasi global telah mencapai puncaknya, namun untuk mencapai target yang diinginkan, diperlukan periode pertumbuhan di bawah standar,” demikian keterangan Morgan Stanlay, yang dilansir Jumat (17/11/2023).
Prediksi ekonomi MS ini dikerjakan oleh tim ekonom yang beranggotakan: Seth B Carpenter, Rajeev Sibal, Cristina Arbelaez, Mayank Phadke, Ellen Zentner, Chetan Ahya, Jens Eisenschmidt, Robin Xing, Takeshi Yamaguchi, Fernando D Sedano, Derrick Y Kam, Upasana Chachra, Bruna Skarica, Georgi Deyanov, Kathleen Oh, Chris Read, Hande Kucuk, dan Lenoy Dujon.
Baca Juga
BI: Sektor Keuangan RI Punya Ketahanan Hadapi Buruknya Ekonomi Global
Menurut tim ekonom ini, pertumbuhan pasar negara maju (developed markets/DM) cenderung lemah secara umum. Pada sisi lain, gambaran pasar negara berkembang (emerging markets/EM) cenderung bervariasi.
Morgan Stanley (MS) memproyeksikan pertumbuhan global pada tahun 2023 sebesar 3,0% YoY. Mayoritas perlambatan pertumbuhan terjadi pada negara maju (developing market/DM). “Beberapa negara emerging market (EM) di luar China menunjukkan kinerja yang mengkompensasi,” demikian pendapat Morgan Stanley (MS).
Pada sisi lain, MS memperkirakan pertumbuhan global sebesar 2,8% YoY pada tahun 2024 (2,9% 4Q/4Q) dan 2,9% YoY pada tahun 2025 (2,8% 4Q/4Q).
Baca Juga
Beda Pendapat Goldman Sachs dan Morgan Stanley Soal Proyeksi Suku Bunga The Fed
Di AS, pertumbuhan yang lebih rendah dari perkiraan mencerminkan kebijakan moneter yang berdampak pada ekonomi: 1,9% YoY (1,6% 4Q/4Q) pada tahun 2024 dan 1,4% YoY (1,4% 4Q/4Q) pada tahun 2025. Sedangkan di Kawasan Eropa, MS melihat pertumbuhan hanya sebesar 0,5% YoY (1,0% 4Q/4Q) pada tahun 2024 dan 1,0% YoY (1,1% 4Q/4Q) pada tahun 2025.
Di wilayah EM Asia, India, Indonesia, dan Filipina tetap menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Meski demikian, jika digabungkan, skala eknomi tiga negara ini kurang dari setengah ukuran ekonomi China.
Sedankan di luar Asia, MS melihat perbaikan di Eropa Timur dan Arab Saudi pada tahun 2024, setelah tahun 2023 yang penuh tantangan, sementara pertumbuhan di bawah tren di Brasil sepanjang periode proyeksi memberikan beban pada pertumbuhan di Amerika Latin (LatAm).
Baca Juga
Investasi 2024, Goldman Sachs Punya Preferensi di Saham dan Obligasi

