Nilai Ekspor Bulanan Batu Bara dan CPO Naik, Besi dan Baja Rontok
JAKARTA, investortrust.id – Performa tiga komoditas ekspor unggulan Indonesia mengalami kondisi yang beragam pada November 2023. Ekspor batu bara dan CPO mengalami kenaikan bulanan, sebaliknya komoditas besi dan baja mengalami penurunan.
“Pada November 2023 nilai ekspor batu bara dan minyak kelapa sawit mengalami kenaikan secara bulanan. Sedangkan besi dan baja mengalami penurunan,” kata Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, saat Rilis Bulanan BPS, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/12/2023).
Pudji mengatakan nilai ekspor ba tubara tercatat sebesar US$ 2,74 miliar atau naik 0,04%. Sementara itu, ekspor CPO tercatat sebesar US$ 2,04 miliar atau mengalami kenaikan 8,18% secara bulanan.
Performa positif ini seiring dengan eningkatan volume ekspor dan kenaikan harga CPO di pasar internasional. “Penurunan besi dan baja didorong oleh penurunan volume ekspornya yang turun 13,94%,” kata dia.
Baca Juga
Lanjutkan Tren Positif, Neraca Perdagangan Barang Masih Surplus US$ 2,21 Miliar
Tiga komoditas ini memiliki kontribusi sebesar 34,07% dari total ekspor non-migas Indonesia. Sementara itu, dibandingkan bulan lalu, pangsa ekspor non migas ke China mengalami penurunan. Tiga negara ini mencatatkan pangsa 45,16% dari total ekspor non migas di November 2023.
“Dari tiga negara tujuan ekspor peningkatan pangsa pasar secara bulanan ini terjadi dengan Amerika Serikat dan India. Sebaliknya, pangsa ekspor ke Tiongkok mengalami penurunan, baik secara bulanan maupun tahunan,” ujar dia.
Nilai ekspor ke China tercatat sebesar US$ 5,41 miliar. “Penurunan ekspor ke Tiongkok didorong oleh lemak dan minyak hewan atau nabati, besi dan baja, serta nikel dan barang padanya,” ujar dia.
Sedangkan India nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 2,01 miliar. Ekspor didorong lemak dan minyak hewan nabati, pupuk, dan mesin dan peralatan mekanis.
Baca Juga
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 392,2 Miliar Oktober
Nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat sebesar US$ 1,94 miliar didominasi produk lemak atau minyak hewan nabati, pakaian dan aksesoris, baik rajutan maupun bukan rajukan.
Penurunan juga terjadi di pasar ekspor non migas di kawasan ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan secara tahunan. Pudji mengatakan ekspor non migas ke kawasan ASEAN pada November 2023 mencapai US$ 3,78 miliar dengan pangsa 18,24%.
“Sementara itu untuk Uni Eropa, mencapai 1,29 miliar dengan pangsa sebesar 6,21%” ujar dia. Secara akumulatif ekspor Indonesia sejak Januari-November 2023 total US$ 236,41 miliar atau turun 11,83%. Ekspor non migas tercatat sebesar US$ 221,96 miliar dan ekspor migas sebesar US$ 14,44 miliar. (CR-7)
Baca Juga
BPS: Ekspor November Turun Jadi US$ 22 Miliar, Berikut Pemicunya

