Harga Terkoreksi, Kinerja Ekspor CPO dan Batu Bara Rontok pada Maret 2025
JAKARTA, investortrust.id - Tiga komoditas unggulan ekspor Indonesia mengalami pergerakan yang berbeda pada Maret 2025. Tiga komoditas ini, besi dan baja, Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya, serta batu bara memberikan andil 30,01% dari total ekspor nonmigas Indonesia yang mencapai US$ 18,16 miliar pada Maret 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mencatat hanya komoditas besi dan baja yang mencatatkan kenaikan nilai ekspor secara bulanan dan tahunan. Komoditas ini mencatat nilai ekspor sebesar US$ 2,38 miliar, naik 19,64% secara bulanan dan 11,84% secara tahunan.
Kenaikan nilai ekspor besi dan baja ini, jika diamati, terjadi karena kenaikan volume ekspor dan nilai komoditas. Ekspor besi dan baja tercatat mencapai 1,96 juta ton atau naik dari bulan sebelumnya sebesar 1,69 juta ton. Secara nilai, harga komoditas ini naik menjadi US$ 1.212,83 per ton.
Sementara, nilai ekspor CPO tercatat sebesar US$ 2,19 miliar. Angka ini turun atau minus 3,55% secara bulanan, kendati masih mencatatkan kenaikan 40,85% secara tahunan. Penurunan ini tak terlepas dari volume ekspor yang turun tipis pada Maret 2025 menjadi 2,02 juta ton, dari volume ekspor sebesar 2,06 juta ton. Harga komoditas pun turun ke US$ 1.085,43 per ton, dari harga sebelumnya US$ 1.101,32 per ton.
Baca Juga
Batu bara juga mencatat kinerja serupa dengan CPO. Ekspor batu bara tercatat US$ 1,97 miliar atau terkontraksi -5,54% secara bulanan dan -23,14% secara tahunan. Harga batu bara di pasar internasional turun ke US$ 64,04 per ton dari US$ 67,6 per ton. Penurunan juga diikuti oleh volume ekspor batu bara ke angka 30,73 juta ton, dari 30,82 juta ton di Februari 2025.
Indonesia masih mengandalkan tiga negara sebagai tujuan ekspor nonmigas, di antaranya China, Amerika Serikat (AS), dan India. Ekspor ketiga negara ini memberikan andil sebesar 42,37% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Maret 2025.
“Nilai ekspor nonmigas ke China tercatat US$ 5,2 miliar atau naik 21,5% dibandingkan Februari 2025,” kata dia.
Kenaikan juga masih terjadi pada ekspor nonmigas ke AS yang tercatat sebesar US$ 2,63 miliar atau naik 12,08% dibandingkan Februari 2025. Meski demikian, ekspor nonmigas ke India tercatat terkontraksi.
“Nilai ekspor ke India tercatat US$ 1,41 miliar atau turun 14,54% dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar dia.

