KEK Jadi Andalan Penarik Investasi
JAKARTA, Investortrust.id - Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Susiwijono Moegiarso menyebut pengembangan KEK menjadi andalan pemerintah untuk menarik investasi.
“Pengembangan kawasan ini di dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi,” kata Susiwijono, di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2023).
Meski demikian, Susiwijono mengatakan KEK juga menghadapi tantangan dalam pengembangannya. Salah satunya, kerap dibanding-bandingkannya capaian investasi KEK dengan rasio PDB. Ini terjadi karena di beberapa negara rasionya terbilang tinggi.
Baca Juga
“Kalau di kita, kalau PDB kita katakan Rp 19.000 triliun, dengan hanya (capaian KEK) Rp139,9 triliun itu hanya nol koma (persen),” kata dia.
Menurut Susiwijono, perbandingan capaian KEK dengan industri serupa di Filipina misalnya, tidaklah sepadan. Filipina, kata dia, selain telah mengembangkan 400 KEK, besaran PDB yang dicetak pun hanya sepertiga dari PDB Indonesia.
“Ya ini nggak comparable. Ini yang ingin saya sampaikan,” kata dia.
Susiwijono mengatakan saat ini pemerintah memiliki 20 KEK, yang 7 di antaranya masih dalam proses pengajuan izin, dan tiga lainnya sedang menjalani proses pengembangan. Sementara di sektor kawasan industri, saat ini terdapat 133 kawasan industri di Indonesia.
Baca Juga
“Ada namanya KPBPB (Kawasan Perdagangan Bebas & Pelabuhan Bebas (KPBPB). Ada empat, Batam, Bintan, dan Karimun (terdiri dari 2 area enklave KPBPB Bintan dan Tanjungpinang) yang memiliki undang-undang dan PP tersendiri,” kata dia.
Selain itu, kata Susiwijono terdapat 10 kawasan Destinasi Pariwisata Prioritas. “Ada juga yang namanya kawasan berikat yang jumlahnya 1.433,” ujar dia.
Sementara itu Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet, Satya Bhakti Parikesit mengatakan pemerintah akan terus memberikan kemudahan untuk investasi di wilayah KEK.
“Segala fasilitas kita berikan, insentif fiskal dan non fiskal, kita harapkan investasi baru bisa menumbuhkan ekonomi dan memberikan nilai tambah ekonomi nasional dan lapangan kerja,” ujar dia. (CR-7)

