Anjing Setia Penarik Wisata Shibuya
Oleh Primus Dorimulu
TOKYO, Investortrust.id — Kemajuan pesat Shibuya sebagai salah satu objekwisata paling menarik di Tokyo tak lepas dari peran seekor anjing bernama Hachiko. Sepanjang hari hingga lewat tengah malam, Shibuya dipadati manusia dari berbagai belahan bumi. Ada banyak shopping center di kawasan ini, di antaranya Gedung Seibu yang jangkung. Tapi, meeting point paling ramai adalah area sekitar setengah hektare, tempat patung Hachiko, anjing penunggu nan setia.
Setiap wisatawan silih berganti berfoto di samping Hachiko. Para pemandu wisata selalu mengarahkan tamunya ke lokasi ini. Selain dekat stasiun kereta, patung Hachiko ada di tengah kawasan belanja. Pelancong yang nyasar, keluar dari rombongan, silakan menunggu di area patung Hachiko.Anda akan dengan mudah dijemput.
Alkisah,Profesor Eizaburo Ueno selalu menggunakan kereta api ke kampusnya, Universitas Tokyo. Ditemani anjing kesayangannya, sang profesor berjalan kaki menuju stasiun kereta di Shibuya setiap pagi. Pada sore hari, ia tiba kembali di stasiun. Di sana, anjing kesayangannya sudah menunggu. Keduanya pulang ke rumah bersama-sama.
Video oleh Primus Dorimulu/Investortrust
Karena sudah menjadi kebiasaan, kebersamaan Prof Eizaburo dengan Hachiko diketahui orang sekitar, baik keluarga, tetangga, maupun rekan seprofesi.Sekitar lima tahun kemudian, 1925, sang profesor meninggal dunia saat bertugas di kampusnya. Ia tak sempat berpamitan dengan anjing kesayangannya.
Prof Eizaburo adalah dosen di Departemen Pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo, dan sekarang berubah nama menjadi Universitas Tokyo. Rumah sang profesor tidak jauh dari stasiun.
Hachiko yang ditinggalkan tuannya tetap menunggu majikannya. Setiap pagi ia ke stasiun dan pada sore hari, pukul 15.00, ia datang menjemput. Tapi, Hachiko tak pernah lagi bisa berjumpa dengan sang profesor yang sudah kembali ke alam baka. Kebiasaan itu dilakoni setiap hari hingga akhir hayatnya sekitar tahun 1935. Setiap hari selama sepuluh tahun, tanpa jeda, Hachiko menunggu tuannya.
Media yang mengetahui cerita kesetiaan Hachiko terhadap tuannya menjadikan kematian anjing setia itu sebagai berita utama. Jasad Hachiko dikremasi dan dimakamkan di samping tuannya. Cerita Hachiko dan tuannya dinarasikan sedemikian indah. Pemerintah setempatmengabadikan Hachiko pada sebuah patung.
Anjing Cacat Dirawat Profesor
Hachiko punya tempat khusus di hati Prof Eizaburo. Lahir di Ōdate, Prefektur Akita tahun 1923, sekitar 600 km dari Shibuya, Hachiko adalah anak anjing yang lemah dan cacat. Anjing itu semula milik Saitō Yoshikazu, seorang petani di Akita, yang membawa anak anjing tersebut untuk dosennya. Hachiko pun dirawat dengan baik oleh Sang Profesor.
Anjing yang kemudian diberi nama Hachiko itu berasal dari ras unggul. Badannya besar, berpenampilan tenang dan lembut. Anjing ini berasal dari hasil perkawinan silang ras anjing pemburu dan anjing lokal tahun 1630-an. Anjing pemburu, matagi, terkenal galak dan jago berkelahi.
Saat dibawa ke rumah Profesor di suatu hari bersalju di bulan Januari 1924, anjing tersebut baru berusia sekitar 50 hari. Ia dibungkus dengan kantong beras agar tetap hangat selama 20 jam perjalanan kereta menuju Stasiun Ueno, Tokyo. Setelah itu, anjing yang masih bayi itu dikirim ke rumah Profesor di dekat Stasiun Shibuya.
Profesor menamai anjing “hachi” karena ketika berdiri, kaki depannya membentuk karakter 八, yang berarti “delapan”. Sedang Hachiko adalah varian dari nama asli anjing tersebut. Profesor dan Yae, istrinya, merawat Hachiko dengan penuh kasih sayang. Malam hari, Hachiko tidur di kolong tempat tidur mereka.
| Persimpangan Shibuya menjadi destinasi yang harus dikunjungi bila mengunjungi Tokyo karena ratusan orang menyeberang di sini dan menjadi ikon kegairahan Jepang. Foto ini diambil saat kunjungan Primus Dorimulu, Pemimpin redaksi Investortrust ke Japan Mobility Show di Tokyo, (23-28/10/2023). (Foto: Primus Dorimulu/Investortrust) |
Video oleh Primus Dorimulu/Investortrust
Kawasan Wisata
Selain Ginza, Roppongi, dan sejumlah kawasan wisata menarik, Anda belum lengkap mengetahui Tokyo jika tidak mengunjungi Shibuya. Pada masa sebelum pandemi Covid-19, demikian data Japan RailPass, penumpang kereta yang melintas di Stasiun Shibuya lebih dari 2,4 juta setiap hari. Stasiun Shibuya dengan delapan jalur lebihadalah salah satu stasiun tersibuk di dunia. Sedang pejalan kaki yang menyeberang sejumlah persimpangan untuk berbagai kegiatan, termasuk para pelancong dan pekerja, sekitar 2.500 orang setiap menit.
Selain pusat perbelanjaan seperti Seibu dan Shibuya 109, juga ada banyak tempat hiburan dan objek wisata yang menarik. Anak muda yang mencari mode pakaian terbaru akan ke Shibuya 109. Shibuya juga terkenal dengan kehidupan malam. Saat Investortrust.id mengunjungi kawasan ini, Jumat malam (27/10/2023), anak muda Jepang dan para pelancong mempersiapkan acara halloween yang jatuh pada 31 Oktober.
Keramaian Shibuya dipicu oleh stasiun kereta yang sudah ada sejak100 tahun silam.Transportasi yang lancar mempermudahpara wisatawan dan warga Jepang mengunjungi Shibuya untuk belanja dan mencari hiburan, termasuk untuk melihat dari dekat patung anjing simbol kesetiaan.
Shibuya melengkapi Tokyo sebagai global city. Pada tahun 2019, wisatawan asing yang mengunjungi Tokyo 15,8 juta.Pada masa pandemi, turisme hancur. Wisman yang ke Tokyo pada tahun 2020 dan 2021 hanya 2,5 juta dan 130.000. Pada tahun 2022, jumlah wisman meningkat kembali ke 3,3 juta. Acara Tokyo Mobility Show 2023 yang berlangsung 25 Oktober hingga 1 November 2023 diharapkan ikut mendongkrak jumlan wisman.
Video oleh Primus Dorimulu/Investortrust
Simbol kesetiaan
Di hampir seluruh sejarah umat manusia, anjing tidak hanya menjadi penjaga, penolong, penghubung, dan sahabat, melainkan juga sumber renungan. Anjing menjadi sahabat manusia dan simbol perlindungan, kesetiaan, dan cinta tanpa syarat.
Kita bisa melihat kehebatan anjing pelacak. Kelihaian anjing pemburu, dan kesetiaan anjing penunggu rumah. Di berbagai budaya, anjing dibuatkan lukisan dan patung sebagai sumber kedekatannya dengan manusia.
Anjing juga dipercaya memiliki kemampuan untuk melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat manusia, dan mencium aroma yang tak tercium hidung manusia. Anjing bahkan dipercaya mampu melihat kehidupan di alam lain.
Dari zaman batu hingga era digital, anjing menunjukkan perannya terhadap kehidupan manusia. Anjing menjadi penjaga, penolong, dan sahabat setia manusia.
Video oleh Primus Dorimulu/Investortrust
Tapi, para pelancong yang membeludak di area Patung Hachiko di Kawasan Shibuya lebih karena kemampuan orang Jepang membuat narasi kesetiaan Hachiko terhadap majikannya. Kekuatan narasi telah terbukti menjadi daya tarik paling efektif untuk menarik minat wisatawan.

