Bagikan

KEK Tarik Investasi 77% Lebih Tinggi Dibanding Wilayah Non-KEK

Poin Penting

Wilayah dengan Kawasan Ekonomi Khusus mampu menarik investasi hingga 77% lebih tinggi dibanding non-KEK.
KEK juga menciptakan lapangan kerja sekitar 4% lebih banyak dan serapan tenaga kerja hingga 52% lebih besar.
Investasi asing langsung di KEK industri tercatat sekitar 179% lebih tinggi dibanding wilayah tanpa KEK.

JAKARTA, investortrust.id — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai mampu menarik investasi hingga 77% lebih tinggi dibandingkan wilayah yang tidak memiliki KEK.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rizal Edwin Manansang dalam media gathering di Jakarta, Kamis (12/3/2026) malam.

“Jika dibandingkan dengan wilayah non-KEK, wilayah atau daerah yang memiliki KEK ini ternyata mampu menarik investasi lebih tinggi hingga 77%,” kata Rizal dalam sambutannya.

Dia menyebut, apabila suatu wilayah tanpa KEK mampu menarik investasi sebesar Rp 10 triliun, maka wilayah dengan KEK dapat menarik investasi hingga sekitar Rp 17 — Rp 18 triliun.

Rizal menambahkan, hasil kajian tersebut juga menunjukkan keberadaan KEK terbukti secara empiris menjadi instrumen yang efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi secara nasional.

Selain menarik investasi lebih besar, lanjut Rizal, wilayah yang memiliki KEK juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja lebih banyak dibandingkan wilayah non-KEK.

Menurut dia, daerah dengan KEK dapat menciptakan lapangan kerja sekitar 4% lebih banyak serta menyerap tenaga kerja langsung sekitar 52% lebih besar dibandingkan proyek investasi di wilayah yang tidak memiliki KEK.

Baca Juga

Pemerintah Akan Sulap KEK Batang Seperti Shenzhen

“Apabila dalam proyek investasi di suatu wilayah yang tidak memiliki KEK ini bisa menyerap sekitar 10.000 pekerja, maka di wilayah dengan KEK jumlah tenaga kerja yang terlibat ini bisa mencapai sekitar 15.000 orang,” papar Rizal.

Lebih lanjut, ia menyampaikan investasi di KEK industri cenderung lebih besar dan beragam, termasuk investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Berdasarkan analisis kajian tersebut, kata Rizal, investasi asing langsung di KEK industri dapat mencapai sekitar 179% lebih tinggi dibandingkan wilayah non-KEK.

Sementara itu, KEK yang berfokus pada sektor pariwisata dan jasa lebih banyak menarik investasi domestik, terutama pada sektor hotel, resort, fasilitas kesehatan, pusat ritel, serta berbagai layanan wisata.

Plt Sekretaris Jenderal Denas KEK, Rizal Edwin Manansang dalam media gathering di Jakarta, Kamis (12/3/2026) malam. Foto: investortrust/Rizqi Putra Satria

Dikatakan Rizal, sektor tersebut juga cenderung menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar karena karakteristik industrinya yang padat karya.

Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Denas KEK) mencatat realisasi investasi di 25 KEK seluruh Indonesia mencapai Rp 314 triliun hingga kuartal III 2025.

Plt Sekretaris Jenderal Denas KEK, Rizal Edwin Manansang menyampaikan, capaian tersebut tumbuh 29,48% (yearonyear/yoy) dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 242,5 triliun.

Baca Juga

KITB Batang Rencanakan Ekspansi 4.000 Ha Terintegrasi 'Giant Sea Wall'

“KEK mencatat investasi kumulatif sebesar US$ 18,8 miliar atau Rp 314 triliun,” kata Rizal dalam Indonesia Special Economic Zone (SEZ) BusinessForum 2025 di Jakarta, Selasa (9/12/2025) lalu.

Edwin menjelaskan peningkatan investasi itu turut mendorong penciptaan lebih dari 237.000 lapangan kerja, naik dari posisi akhir kuartal III 2024 sebanyak 151.260 tenaga kerja. “Pada tahun ini saja, KEK melampaui target penyerapan tenaga kerja dengan menciptakan lebih dari 79.000 lapangan pekerjaan dan mencatat ekspor sekitar US$ 5,43 miliar,” tutup Rizal.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024