Tarik Investasi Rp 140 Triliun, KEK Harus Menjadi Destinasi Investasi
Jakarta, investortrust.id – Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah memberikan banyak dampak positif secara sosial dan ekonomi. Secara kumulatif, dari 20 KEK yang ada hingga saat ini, telah terhimpun nilai investasi sebesar Rp 140 triliun dari 318 pelaku usaha, dan mampu menyerap 86.273 tenaga kerja.
Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya meningkatkan eksposur melalui sosialisasi dan pemberitaan mengenai prospek dan dampak positif serta berbagai pencapaian KEK. Dengan upaya itu diharapkan mampu menjadikan KEK sebagai salah satu destinasi investasi yang menarik bagi para investor.
“Dari sekian banyak tugas dan program yang dipercayakan ke kami, salah satunya terkait dengan masalah kawasan (KEK). Pengembangan kawasan ini menjadi salah satu andalan pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi maupun menarik investasi. Karena itu, ini harus dikomunikasikan, tidak hanya ke publik atau masyarakat luas, yang lebih penting adalah ke investor dan calon investor,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, selaku Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai Strategi Komunikasi Publik Pengembangan KEK di Jakarta, Jumat (10/11).
Susiwijono mengungkapkan, dikembangkan sejak tahun 2009, keberadaan KEK telah memberikan dampak ekonomi di berbagai bidang, mulai dari serapan tenaga kerja, pemberdayaan masyarakat sekitar, pemberdayaan UMKM, peningkatan aktivitas ekonomi, peningkatan PDRB daerah dari aktivitas usaha di KEK, hingga terbentuknya pusat-pusat perekonomian baru di wilayah.
“Kehadiran KEK tentu diharapkan dapat membangun kemampuan dan daya saing ekonomi pada level nasional melalui sektor-sektor strategis yang bernilai tambah. Berkembangnya jumlah KEK di Indonesia sejalan dengan kebutuhan investasi yang tinggi,” ungkapnya.
Saat ini, terdapat 20 kawasan yang telah ditetapkan sebagai KEK. Dua puluh KEK itu terdiri dari 10 KEK industri, 9 KEK pariwisata, serta 1 KEK kesehatan dan pariwisata. Implementasi fasilitas dan kemudahan di KEK yang semakin lancar diberikan, telah memberikan dampak positif pada daya saing KEK sebagai destinasi investasi.
Secara kumulatif, KEK telah mencatat nilai investasi sebesar Rp 140 triliun dan menyerap 86.273 tenaga kerja dari 318 pelaku usaha.
Susiwijono menambahkan, selain sebagai pengungkit daya saing, implementasi fasilitas kemudahan di KEK juga memberikan dampak signifikan pada optimalisasi berusaha bagi pelaku usaha di KEK.
Selain itu, lanjutnya, berbagai kegiatan berkelas internasional juga telah dilaksanakan di beberapa KEK pariwisata, seperti penyelenggaraan MotoGP dan World Superbike (WSBK) di KEK Mandalika pada 2022 dan 2023. Selain itu, KEK Tanjung Kelayang juga telah beberapa kali menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi internasional, salah satunya Pertemuan Tingkat Menteri Pembangunan G20.
Susiwijono mengingatkan, banyaknya jenis dan jumlah kawasan strategis di Indonesia juga berpotensi menyebabkan bias informasi di masyarakat dan bahkan dapat membuat pemahaman yang tidak sama antarkementerian dan lembaga. Oleh karena itu, harmonisasi dan sinkronisasi sangat diperlukan, termasuk kejelasan penetapan kriteria dan target.
Selain itu, beberapa kawasan juga mempunyai fasilitas/insentif yang beririsan, sehingga perlu dilakukan penajaman sasaran.
“Tanpa komunikasi publik yang tepat dan harmonis, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah melalui KEK tidak akan memberikan hasil maksimal, terlebih apabila sudah muncul stigma tertentu di masyarakat,” jelasnya.

