EMEAP Soroti Peran Bank Sentral dalam Wujudkan Keuangan Berkelanjutan
JAKARTA, investortrust.id -- Para Gubernur Bank Sentral yang tergabung dalam Executives Meeting of East Asia Pacific Central Banks (EMEAP) menyepakati pentingnya peran bank sentral dalam memfasilitasi proses transisi secara bertahap dalam mencapai keuangan yang berkelanjutan (sustainable finance).
Demikian mengemuka dalam pertemuan tahunan 28th EMEAP Governors Meeting yang diselenggarakan pada 24 Juli 2023 di Yokohama, Jepang. Dalam forum ini para Gubernur Bank Sentral juga bertukar pandangan mengenai perkembangan pemulihan ekonomi dan sistem keuangan terkini, baik di domestik maupun kawasan, di tengah berbagai tantangan ketidakpastian.
Pada kesempatan tersebut, Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta yang mewakili kehadiran Gubernur BI, menyampaikan bahwa bank sentral memiliki peran yang strategis dalam upaya mendukung terwujudnya ekonomi yang berkelanjutan.
“Berbagai upaya yang dilakukan baik secara langsung oleh Bank Indonesia maupun hasil sinergi antara Bank Indonesia dengan Kementerian/Lembaga terkait, guna mendorong pelaku usaha dan industri untuk bertransisi menuju keuangan hijau,” kata Filianingsih dalam keterangan tertulis pada 26 Juli 2023.
Dia menyebutkan beberapa upaya tersebut antara lain bersinergi dengan otoritas terkait dalam merumuskan berbagai kebijakan dan insentif untuk mendorong pelaku industri untuk bertransisi menuju keuangan hijau.
Disamping memperingati 20 tahun penerbitan Asian Bond Fund (ABF) yang merupakan inisiatif bersama anggota EMEAP, Gubernur Bank Sentral juga melakukan review dan bertukar pandangan mengenai outlook perkembangan local currency bond markets. Para Gubernur memandang pentingnya upaya otoritas meningkatkan ketersediaan instrumen dan memperluas akses pasar dalam rangka mendukung local currency bond markets.
EMEAP merupakan forum kerjasama yang beranggotakan sebelas bank sentral, yaitu: Bank Indonesia, Reserve Bank of Australia, People's Bank of China, Hong Kong Monetary Authority, Bank of Japan, Bank of Korea, Bank Negara Malaysia, Reserve Bank of New Zealand, Bangko Sentral ng Pilipinas, Monetary Authority of Singapore, dan Bank of Thailand.
