Bank Sentral Asia Timur dan Pasifik Soroti Risiko AI dan Ekonomi Global
Poin Penting
|
SINGAPURA, Investortrust.id -- Para Gubernur Bank Sentral dan Otoritas Moneter dari kawasan Asia Timur dan Pasifik yang tergabung dalam Executives' Meeting of East Asia-Pacific Central Banks (EMEAP) menegaskan kembali pentingnya kewaspadaan dan kelincahan yang berkelanjutan di kalangan bank sentral, terkait implikasi dari tingginya ketidakpastian ekonomi global, serta berbagai dampak hingga potensi risiko kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap ekonomi dan sistem keuangan.
Hal ini mengekuma dalam Pertemuan EMEAP Governors' Meeting ke-31 di Singapura pada Kamis (23/7/2026), yang menghadirkan pimpinan dari sebelas bank sentral dan otoritas moneter di Asia Timur dan Pasifik.
Bertindak selaku tuan rumah adalah Monetary Authority of Singapore (MAS), dan dipimpin langsung oleh Chia Der Jiun, selaku Managing Director dari Monetary Authority of Singapore.
Dalam pembahasan khusus mengenai teknologi, para Gubernur mencermati bagaimana perkembangan AI berinteraksi dengan struktur ekonomi dan dapat memengaruhi stabilitas keuangan, termasuk risiko keuangan yang berpotensi timbul dari investasi AI berskala besar. Selain itu, dibahas pula peluang pemanfaatan AI untuk memperkuat dan menunjang kinerja tugas-tugas bank sentral.
Baca Juga
Selain isu teknologi mutakhir, para Gubernur mendiskusikan pembaruan perkembangan regional terkait digitalisasi serta prospek makro-keuangan di tengah tingginya tensi geopolitik. Para pemimpin otoritas moneter ini juga berkomitmen untuk memperdalam pertukaran pandangan dan pemahaman bersama mengenai isu lintas sektor terkait penipuan digital (digital fraud) dan scam yang semakin marak berdampak pada sektor keuangan.
Sebagai bagian dari agenda organisasi, para Gubernur menyetujui kepemimpinan (Chairmanships) baru untuk Monetary and Financial Stability Committee serta Working Groups untuk periode 2026-2028, sembari menyampaikan apresiasi atas dedikasi para Ketua periode 2024-2026.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, AI berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi dalam pelaksanaan tugas bank sentral maupun sektor keuangan dalam jangka menengah dan panjang. Menurut Perry, implementasi AI di Bank Indonesia dilakukan secara bertahap melalui penguatan kualitas data dan metadata, tata kelola, kapabilitas sumber daya manusia, serta pengembangan berbagai inovasi, dengan tetap menjaga kedaulatan data dan infrastruktur strategis. "Keberhasilan adopsi AI tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antara manusia, proses, dan tata kelola yang baik," ujar Perry, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Pada penutupan rangkaian acara, disepakati bahwa Bank Indonesia akan memegang keketuaan dan bertindak sebagai tuan rumah untuk Pertemuan EMEAP Governors' Meeting ke-32 yang direncanakan berlangsung pada tahun 2027 mendatang.
