Bank Sentral Selandia Baru Pertahankan Suku Bunga, Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Melemah
JAKARTA, Investortrust.id - Pasar saham Asia-Pasifik sebagian besar melemah pada hari Rabu (28/02/2024).
Baca Juga
Bank Sentral Selandia Baru mempertahankan suku bunganya tetap stabil, sementara investor menunggu data utama inflasi AS dan Tiongkok pada akhir pekan ini.
Indeks manajer pembelian (PMI/purchasing manager’s index) manufaktur China dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE/personal consumption expenditure ) AS, yang merupakan metrik inflasi pilihan The Federal Reserve (The Fed), akan dirilis pada Kamis.
Reserve Bank of New Zealand mempertahankan suku bunga resminya sebesar 5,50%, mempertahankannya pada level tertinggi dalam 15 tahun, dan memperingatkan bahwa inflasi masih jauh di atas kisaran targetnya.
Yang juga menjadi perhatian adalah pengumuman anggaran Hong Kong, yangdiharapkan dapat meningkatkan pasar properti dan menarik lebih banyak investasi asing.
Dikutip dari CNBC, S&P/ASX 200 Australia merosot 0,1%, sedangkan indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,3% lebih tinggi setelah keputusan RBNZ.
Nikkei 225 Jepang merosot 0,2% dan Topix yang lebih luas turun 0,3%. Nikkei 225 telah mencapai rekor tertinggi pada awal pekan ini.
Kospi Korea Selatan naik 0,4%, sedangkan Kosdaq yang berkapitalisasi lebih kecil bertambah 1,4%.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,2%, sedangkan indeks CSI 300 juga turun 0,2%.
S&P 500 dan Nasdaq Composite berakhir pada hari Selasa naik sedikit karena investor menunggu data inflasi utama yang akan dirilis akhir pekan ini. S&P 500 naik tipis 0,17%, sedangkan Nasdaq bertambah 0,37%. Dow Jones turun 0,25%.
Baca Juga
Nikkei Jepang Dekati Level Tertinggi, Hong Kong Pimpin Penguatan Pasar Asia

