Produksi Beras 2026 Turun Akibat El Nino, Lebih Parah dari El Nino 2023
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras nasional mengalami penurunan. Penurunan produksi beras ini karena imbas dari El Nino.
“Produksi beras pada kondisi Januari sampai dengan September 2026 diperkirakan mencapai 28,10 juta ton atau turun sebesar 2,12% dibandingkan periode yang sama 2025,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Ateng memproyeksikan efek El Nino tahun ini akan lebih besar pada tanaman padi dan hortikultura mengingat musim kering lebih panjang.
“Catatan kami dari BMKG, kondisi El Nino 2026 secara umum lebih kuat dibandingkan dari El Nino pada 2023. Sehingga, hasil pemantauan kami berdampak pada kondisi pertanaman padi yang sangat bergantung pada suplai airnya,” kata dia.
Ateng mengatakan potensi produksi beras sepanjang Oktober hingga Desember 2026 diperkirakan sebesar 5,01 juta ton. Angka ini turun sebanyak 0,98 juta ton atau turun 16,32% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Artinya, kata Ateng, sepanjang Januari hingga Desember 2026 diperkirakan mencapai 33,11 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 1,59 juta ton. Angka ini turun 4,57% dibandingkan periode yang sama 2025.
BPS mencatat, dari grafik 2021 hingga 2026, ada dua fase El Nino yang berpengaruh ke proporsi luas pertanaman padi, yaitu periode September 2023 dan September 2026. Dari dua periode itu, terdapat pola kecenderungan proporsi luas pertanaman padi lebih rendah dibandingkan September tahun-tahun lainnya.
“Penurunan luas standing crop menidentifikasikan lebih rendahnya luas pertanaman padi yang berada pada fase panen, yaitu fase vegetatif awal, vegetatif akhir, dan juga generatif,” kata dia.
Kondisi tersebut, kata Ateng, berpotensi diikuti oleh penurunan potensi luas panen dalam tiga bulan berikutnya.
Ini ditunjukkan dengan kondisi September 2026. Luas panen padi mencapai 0,91 juta hektare atau mengalami penurunan 19,4% dibandingkan September 2025 yang sebesar 1,13 juta hektare.
Dengan kondisi ini, luas panen padi sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 9,24 juta hektare atau turun 2,23% dibandingkan periode yang sama. Sementara itu, potensi luas panen padi pada kondisi Oktober hingga Desember 2026 diperkirakan mencapai 1,54 juta hektare atau mengalami penurunan seluas 0,33 juta hektare atau turun 17,75% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dengan demikian, maka luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Desember 2026 diperkirakan mencapai 10,78 juta hektare atau mengalami penurunan sebesar 4,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025,” kata dia.
