Rupiah Dibuka Menguat Terbatas, Efek Pasar Modal Batasi Penguatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Rupiah menguat 0,08% ke posisi Rp 18.123 per dolar AS.
Sejumlah mata uang di kawasan Asia, terpantau menguat terhadap dolar AS dari penutupan perdagangan sebelumnya. Yen Jepang menguat 0,15%, yuan China menguat 0,03%, won Korea Selatan menguat 0,3%, dolar Singapura menguat 0,12%, dan baht Tailan menguat 0,09%.
Sementara itu, rupee India dan dolar Taiwan mengalami pelemahan nilai tukar. Rupee melemah 0,03% dan dolar Taiwan melemah 0,38%.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan rupiah dibuka menguat tipis karena didukung oleh penurunan besar pada indeks dolar AS pasca data inflasi AS yg kurang lebih sesuai dengan perkiraan.
Baca Juga
Hashim Minta Anggota Kadin Tak Goreng Saham, Bisa Bikin Rupiah Tembus Rp 22.000 per Dolar AS
Akan tetapi, menurut Lukman, harga minyak dunia yang kembali melonjak mencapai level tertinggi baru dalam sebulan akan membatasi penguatan rupiah.
Data Bloomberg menunjukkan harga minyak mentah versi WTI menguat pada perdagangan Jumat sebesar 1,71% ke posisi US$ 103,74 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah versi Brent menguat 1,67% ke posisi US$ 116,8 per barel.
Selain harga minyak mentah dunia, Lukman mengatakan, sentimen yang masih lemah di pasar ekuitas domestik juga terus membebani.
Diberitakan investortrust, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026), dibuka anjlok sebanyak 31,12 poin (0,61%) menjadi 5.066. Penurunan sejalan dengan pelemahan seluruh sektor saham. Namun memasuki menit kedua terjadi pembalikan arah ke zona hijau.
Tekanan datang dari berlanjutnya penurunan sektor saham material dasar, energi, industri, konsumer primer, konsumer non primer, property, keuangan, infrastruktur, hingga transportasi. Sebaliknya sektor teknologi dibuka naik tipis.
Tekanan datang dari kejatuhan saham BBCA, ISAT, BBRI, BMRI, AMMN, ENRGI, TPIA, PTRO, ANTM pada awal transaksi pagi ini.
Meski dibuka jatuh, saham MYOH masih berhasil torehkan kenaikan 21,11% menjadi Rp 1.090, SULI naik 16,67% menjadi Rp 77, dan ALKA naik 18,21% menjadi Rp 5.175.
