BI: Penyaluran Kredit ke UMKM tumbuh Positif pada September 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan tumbuh positif pada September 2026. Penyaluran kredit pada bulan tersebut sebesar Rp 9.078,2 triliun atau tumbuh sebesar 12,7% secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih rendah dari posisi Agustus 2026 yang sebesar 13,3% secara tahunan.
Penyaluran kredit ditopang oleh penyaluran kredit yang didorong oleh penyaluran kredit kepada debitur korporasi yang tumbuh sebesar 20,3% secara tahunan. Angka ini melambat pada pertumbuhan kredit bulan sebelumnya yang sebesar 21,6% secara tahunan.
Penyaluran kredit kepada UMKM pada September 2026 tumbuh positif sebesar 2,7% secara tahunan. Pertumbuhan ini terakselerasi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 2,3% secara tahunan.
Peningkatan ini didorong oleh akselerasi pertumbuhan kredit pada skala usaha mikro sebesar 3,1% dan kecil sebesar 1,6% secara tahunan. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,6% secara tahunan dan 1% secara tahunan.
Sementara itu, kredit skala usaha menengah tumbuh sebesar 3,6% secara tahunan, melambat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,8% secara tahunan.
Berdasarkan jenis penggunaan, akselerasi pertumbuhan kredit UMKM pada September 2026 terutama bersumber dari ekspansi kredit investasi sebesar 14,9% secara tahunan. Sementara itu, kredit modal kerja mengalami perbaikan meski masih tercatat kontraksi sebesar 2,6 % secara tahunan.
Baca Juga
Data lain yang ditunjukkan BI, peningkatan kredit berasal dari bentuk Kredit Modal Kredit (KMK) dan kredit investasi. KMK pada September 2026 tumbuh sebesar 12,7% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sebelumnya yang sebesar 12,3% secara tahunan.
Peningkatan KMK ini didorong oleh penyaluran kredit pada sektor listrik, gas, dan air bersih, sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan, serta sektor jasa-jasa lain.
Kredit investasi pada September 2026 tumbuh 21% secara tahunan melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 23,4% secara tahunan. Perkembangan ini didorong oleh penyaluran kredit pada sektor konstruksi, listrik, gas, dan air bersih, dan pertambangan.
Kredit konsumsi tumbuh 4,7% secara tahunan melanjutkan pertumbuhan pada Agustus 2026 yang sebesar 5% secara tahunan. Perkembangan tersebut dipengaruhi kredit kepemilikan rumah dan kredit multiguna yang masing-masing sebesar 4,3% secara tahunan dan 6,5% secara tahunan.
Penyaluran kredit properti pada September 2026 tumbuh sebesar 16,4% secara tahunan, melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 18,3% secara tahunan. Ini dipengaruhi pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 42,3% secara tahunan dan kredit untuk real estate sebesar 15,5% secara tahunan.
