Jelang Nataru, Mendagri Tito Tekankan Percepatan Bansos dan Operasi Pasar Tekan Inflasi Pangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah dan pusat untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial (bansos) serta menggencarkan operasi pasar murah. Langkah antisipatif ini dinilai krusial guna meredam potensi lonjakan harga pangan dan menjaga stabilitas inflasi menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Instruksi tersebut disampaikan Mendagri usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Mendagri mengingatkan bahwa momentum libur akhir tahun selalu diiringi oleh lonjakan permintaan komoditas, khususnya makanan dan minuman, seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat.
"Nanti demand pasti akan tinggi terutama makanan dan minuman, karena ada liburan akhir tahun, ada Natal, ada tahun baru, dan mobilitas masyarakat akan tinggi," ujar Tito seperti dikutip dari siaran pers.
Untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga, Tito mendorong pemerintah daerah untuk turut aktif menyalurkan bansos dari anggaran daerah, melengkapi program serupa yang digulirkan oleh pemerintah pusat.
Baca Juga
Gus Ipul: Ponsel Gratis untuk Bansos Hanya untuk yang Terdata dan Paling Membutuhkan
Selain penyaluran bansos, pemerintah juga memfokuskan strategi pada pelaksanaan operasi pasar secara tepat sasaran. Tito menyebutkan bahwa pemerintah telah mengantongi data komprehensif terkait daerah-daerah yang memerlukan intervensi pasar beserta komoditas pangan yang mengalami tekanan harga.
"Datanya clear di kabupaten mana saja itu lengkap kita miliki, dan komoditasnya apa saja yang perlu dilakukan operasi pasar di tempat itu," tegasnya.
Tidak hanya sektor pangan, Mendagri juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pemberian subsidi guna menahan laju inflasi pada bulan Desember mendatang. Subsidi tersebut meliputi subsidi listrik, penambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, serta subsidi untuk sektor angkutan udara guna mengantisipasi lonjakan biaya transportasi akibat tingginya mobilitas warga.
Secara khusus, Tito meminta Kementerian Perhubungan agar berkoordinasi secara intensif dengan maskapai penerbangan komersial. Ia mengimbau agar penetapan tarif tiket pesawat tetap berada di batas wajar dan tidak memanfaatkan momentum lonjakan permintaan untuk meraup keuntungan maksimal.
"Mohonlah jangan sampai mengambil harganya harga paling tinggi acuannya. Keuntungan kan tetap ada, tetapi jangan ambil keuntungan maksimal supaya tidak berpengaruh kepada inflasi," pesannya.
Sebagai informasi, Rapat Koordinasi Terbatas Pangan ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Forum strategis tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga terkait lainnya.
