Gubernur BI Paparkan 5 Pilar Hasil Pertemuan dengan Menkeu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan hasil pertemuan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menghasilkan lima pilar penting. Lima pilar ini menegaskan koordinasi dan sinergi antara otoritas moneter dan fiskal.
Destry mengatakan pilar pertama yang dihasilkan yaitu upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan optimalisasi instrumen kebijakan fiskal dan moneter. Salah satunya dengan kebijakan menahan suku bunga acuan, BI Rate, di level 5,75% pada September 2026.
“Yang kedua sinergi dalam memperkuat ketahanan sektor eksternal di tengah gejolak global, baik dari sisi perdagangan internasional maupun aliran modal asing,” kata Destry, di kantornya, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Destry mengatakan BI akan mengupayakan masuknya aliran modal asing dengan memberikan lindung nilai untuk pembelian Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan saham, termasuk untuk pinjaman luar negeri.
Pilar ketiga yang menjadi keputusan bersama yaitu kecukupan likuiditas di pasar uang, perbankan, dan perekonomian. Destry mengapresiasi Suahasil yang sudah mengeluarkan imbauan terhadap Badan Layanan Umum (BLU) di bawahnya agar tidak mengambil bunga deposito yang terlalu tinggi di perbankan.
Baca Juga
Gubernur BI dan Menkeu Bertemu, Sinyal Pererat Koordinasi Kebijakan
Pilar keempat, BI dan pemerintah akan terus bersinergi untuk mengurangi tekanan inflasi di berbagai daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
“Kita optimalkan peran masing-masing untuk memonitor dan membantu mengurangi tekanan inflasi yang ada di daerah,” jelas dia.
Pilar kelimat, kata Destry, yaitu koordinasi dalam pendalaman pasar keuangan. Ini dilakukan agar transmisi kebijakan yang sudah dibuat pemerintah pusat dapat berjalan lancar.
“Dan juga untuk memperluas sumber pembiayaan ekonomi,” kata dia.
