Rupiah Bertahan Menguat, di Posisi Rp 17.679 per Dolar AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah bertahan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Rupiah menguat 0,47% menjadi Rp 17.679 per dolar AS pada sesi penutupan perdagangan.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah ini terjadi seiring konfrontasi militer antara AS dan Iran. Serangan pasukan AS di pesisir selatan Iran menjadi peristiwa paling intens antara kedua negara sejak Juli 2026.
Sementara itu, di dalam negeri AS, data pasar tenaga kerja menunjukkan lebih lemah dari perkiraan juga turut menekan Dolar AS. Data ADP Employment Change menunjukkan bahwa jumlah pekerja sektor swasta bertambah 38.000 pada bulan Agustus, berada di bawah perkiraan 47.000 dan angka kenaikan sebelumnya sebesar 46.000.
Baca Juga
Terkait kebijakan moneter, para pelaku pasar meningkatkan spekulasi bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga paling cepat pada pertemuan bulan September, terutama setelah Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengambil sikap lebih tegas terhadap inflasi dalam Simposium Jackson Hole pekan lalu.
Menurut perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan tanggal 15-16 September saat ini berada di kisaran 64%, naik dari 36% pada pekan sebelumnya.
Fokus pasar hari ini adalah angka klaim pengangguran mingguan AS dan ISM Services PMI untuk bulan Agustus dengan fokus mingguan pada laporan data ketenagakerjaan utama AS Nonfarm Payrolls yang akan dirilis besok pada hari Jumat.
