Menko Airlangga: Patok Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Pemerintah Siapkan Perlinsos Rp549,9 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dan laju inflasi 2,5% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) serta Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027. Untuk mendukung daya beli masyarakat, pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial (perlinsos) Rp549,9 triliun.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan TA 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
"Sesuai arahan Bapak Presiden, pertumbuhan ekonomi tahun 2027 dipatok sebesar 6%, kemudian laju inflasi di angka 2,5%," kata Airlangga.
Baca Juga
RAPBN 2027 Tembus Rp 4.097 Triliun, Defisit Dijaga 2,40% PDB
Airlangga menjelaskan, dalam postur RAPBN 2027, pendapatan negara ditetapkan Rp 3.246 triliun dan belanja negara sebesar Rp 4.097,2 triliun. Dengan alokasi tersebut, defisit anggaran ditetapkan sebesar Rp 671,2 triliun atau 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Selain indikator makro, menurut Menko Airlangga, pemerintah menargetkan penurunan tingkat kemiskinan menjadi 6,0-6,5% serta tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,3-4,87%.
Guna mendukung daya beli masyarakat, pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial (perlinsos) sebesar Rp 549,9 triliun. Anggaran ini disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, iuran Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), penanganan bencana, subsidi BBM, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan KIP.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya membacakan arsitektur APBN 2027. Pada 2027, pemerintah menargetkan defisit APBN 2027 sebesar 2,4% dari PDB.
Baca Juga
Kadin Siap Kolaborasi dengan Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6%
“Pembiayaan direncanakan sebesar Rp 671,2 triliun atau defisit 2,4% dari PDB,” kata Prabowo, saat Rapat Paripurna DPR tentang RAPBN 2027, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Angka defisit ini turun dari rencana pembiayaan di tahun 2026 yaitu 689,1 triliun dengan defisit 2,68% dari PDB. “Kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya, bahkan cita-cita kita adalah anggaran yang berimbang,” ucap dia.
Belanja negara, kata Prabowo, direncanakan sebesar Rp 4.097,2 triliun. Angka tersebut naik dari belanja negara pada 2026 sebesar Rp 3.842,7 triliun. Sementara itu, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp 3.426 triliun atau naik dari Rp 3.153,6 triliun di APBN 2026.

