Rupiah Menguat 0,85%, Pasar Sambut Positif Calon Gubernur BI Destry
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah menguat 0,85% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Perry Warjiyo.
Data Bloomberg pada pukul 15.00 WIB menunjukkan rupiah berada di level Rp17.741 per dolar AS atau menguat lebih dari 0,85%. Penguatan rupiah tersebut mendapat respons positif dari pasar setelah nama Destry Damayanti diumumkan sebagai calon tunggal Gubernur BI. Namun, penguatan mata uang Garuda dinilai bukan semata-mata dipicu oleh pencalonan Destry atau Destry effect.
Baca Juga
Prabowo Ajukan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar merespons positif pencalonan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI. Pencalonan tersebut telah sesuai dengan ekspektasi pasar karena pengganti Gubernur BI yang mengundurkan diri biasanya berasal dari kalangan incumbent.
“Kalau saya lihat, bahwa calon gubernur tunggal BI, Ibu Destry itu sudah sesuai dengan ekspektasi pasar,” kata Ibrahim. Meski demikian, penguatan rupiah tidak sepenuhnya ditopang pengumuman tersebut.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rizal Taufikurahman mengatakan terdapat faktor eksternal yang cukup dominan dalam pergerakan dolar AS.
Baca Juga
ITSEC Asia (CYBR) Resmi Buka Cyber & AI Academy, Bidik Penguatan Talenta Digital Indonesia
“Jadi, penguatan rupiah lebih mencerminkan kombinasi antara global tailwind dan berkurangnya ketidakpastian domestik. Kabar pencalonan Destry memperkuat sentimen positif tersebut, tetapi bukan satu-satunya faktor penggerak,” kata Rizal.
Dengan demikian, penguatan rupiah mencerminkan kombinasi antara sentimen positif global dan berkurangnya ketidakpastian domestik, sementara pencalonan Destry menjadi faktor yang memperkuat sentimen pasar.
Bergantung Kredibilitas BI
Sementara itu, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai keberhasilan Gubernur BI nantinya tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga inflasi tetap rendah maupun stabilitas nilai tukar.
Menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan BI berevolusi mengikuti perubahan dunia dengan tetap menjaga kredibilitas dan independensinya.
Baca Juga
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Mensesneg: Kalaupun Ada, Prioritas Isi Jabatan Kosong
“Saya berharap Ibu Destry kelak tidak hanya dikenang sebagai Gubernur BI yang menjaga stabilitas. Saya berharap beliau dikenang sebagai Gubernur yang berhasil membawa BI memasuki fase baru bank sentral modern tetap independen, komunikasinya semakin kuat, bauran kebijakannya semakin kaya, risetnya semakin visioner, dan mampu menjelaskan perubahan dunia kepada pasar maupun masyarakat,” kata Fakhrul.
Fakhrul menilai perubahan yang sedang dihadapi Indonesia bukan sekadar perubahan siklus ekonomi biasa. Ketika teknologi berubah, cara dunia berproduksi berubah, dan arus modal global ikut berubah, bank sentral juga harus terus berevolusi. “Menurut saya, pengalaman dan rekam jejak Ibu Destry memberikan fondasi yang sangat kuat untuk memimpin proses evolusi tersebut,” ujarnya.

