Angka Pengangguran Turun, PHK Semester I-2026 Tercatat 32.389
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran pada sebesar 7,22 juta orang pada Mei 2026. Angka ini turun 24.000 orang dibandingkan Februari 2026.
Sepanjang Februari-Mei 2026, penyerapan tenaga kerja bertambah sebanyak 522.000 orang. Sehingga jumlah orang bekerja mencapai 148,19 juta orang.
Angka ini terdiri pekerja penuh sebanyak 98,98 juta orang. Pekerja di paruh waktu sebanyak 38,41 juta orang. Sementara itu, setengah pengangguran sebanyak 10,78 juta orang.
Meski demikian, angka Kementerian Ketenagakerjaan mencatat pemutusan hubungan kerja (PHK) pada semester I-2026 mencapai 32.389 pekerja. Jika ditarik data dari Januari hingga Mei 2026, PHK yang terjadi tercatat sebanyak 31.801 pekerja.
Dari data tersebut, PHK terbesar terjadi di Jawa Barat. Total, selama satu semester, PHK di Jawa Barat mencapai 6.727 pekerja. Setelah Jawa Barat, pemutusan hubungan kerja terbesar terjadi di Banten sebanyak 3.782 pekerja, Jawa Timur sebanyak 2.851 pekerja, dan DKI Jakarta sebanyak 2.436 pekerja.
Baca Juga
Ekonomi Tumbuh 5,29%, Angka Pengangguran & Kemiskinan Turun, Tapi Ketimpangan Membesar
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan akan terus memantau industri yang rentan terhadap PHK. Dia melihat jumlah pekerja yang terus meningkat seiring data informasi tersebut.
“Pemerintah terus fokus untuk menciptakan lapangan kerja,” kata Airlangga ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Airlangga mengatakan pemerintah telah memberikan bantuan kepada perusahaan agar tak memutus kontrak kerja. Salah satu yang diberikan pemerintah yaitu pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) bagi karyawan di sektor padat karya dengan gaji di bawah Rp 10 juta.
Tak hanya itu, Airlangga menyebut bahwa pemerintah juga memiliki program magang. Dengan program magang itu, perusahaan mendapat tenaga kerja dengan gaji ditanggung pemerintah untuk periode enam bulan.
“Respons dari berbagai sektor termasuk perusahaan itu positif,” kata dia.
