BPS Catat Gini Ratio Indonesia Maret 2026 Sebesar 0,368, Ketimpangan Naik Tipis
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Badan Pusat Statistik mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan gini ratio pada Maret 2026 adalah sebesar 0,368. Angka ketimpangan tersebut mengalami kenaikan 0,005 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2025 yang sebesar 0,363.
Meski demikian, seperti disampaikan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Mohammad Edy Mahmud.saat paparan, Rabu (5/8/2026), tingat Gini Ratio pada Maret 2026 menunjukkan penurunan 0,007 poin jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,375.
Sekadar informasi, Gini Ratio di angka 0 diartikan terjadinya pemerataan pendapatan yang sangat sempurna. Sementara Gini ratio yang mencapai angka 1 diartikan terjadi ketimpangan mutlak. Satu orang memegang seluruh kekayaan, sementara yang lain tidak punya apa-apa
Baca Juga
BPS Catat Penduduk Bekerja Capai 148,19 Juta Orang, Pengangguran Turun Jadi 7,22 Juta
Kondisi ketimpangan pengeluaran jika dilihat berdasarkan wilayah menunjukkan pola pergerakan yang searah. Gini ratio di daerah perkotaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,387, yang berarti naik dibanding gini ratio September 2025 sebesar 0,383, tetapi turun dibanding gini ratio Maret 2025 yang mencapai 0,395.
Sementara itu, gini ratio di daerah perdesaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,296, meningkat dibanding gini ratio September 2025 sebesar 0,295 dan menurun dibanding gini ratio Maret 2025 yang berada di angka 0,299.
Sementara itu, berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40% terbawah pada Maret 2026 tercatat sebesar 19,22% secara nasional.
Jika dirinci berdasarkan daerahnya, distribusi pengeluaran kelompok 40% terbawah di daerah perkotaan tercatat sebesar 18,31%, sedangkan untuk daerah perdesaan angkanya tercatat sebesar 22,24%.
