Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Kuartal II-2026 Meningkat, tapi Rentabilitas Laba Menurun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja dunia usaha pada kuartal II-2026 masih dalam kondisi baik. Berdasarkan saldo bersih tertimbang, kegiatan usaha pada kuartal II-2026 mencapai 12,97%, lebih tinggi dari posisi kuartal I-2026 yang sebesar 10,11%.
Meski demikian, terdapat penurunan rentabilitas atau kemampuan perusahaan dalam mencetak laba. Berdasarkan saldo bersih lapangan usaha, terjadi penurunan rentabilitas dari kuartal I-2026.
Pada kuartal II-2026, saldo bersih lapangan usaha tercatat sebesar 11,87%. Angka ini lebih rendah dibandingkan saldo bersih pada kuartal I-2026.
Kondisi tersebut tercermin dari turunnya jawaban responden tentang kondisi rentabilitas kuartal II-2026 “lebih baik”. Pada kuartal II-2026, responden yang menjawab rentabilitas “lebih baik” sebesar 22,34% turun dibandingkan jawaban yang sama pada kuartal I-2026 yang sebesar 24,04%.
Sulitnya dunia usaha dalam mencetak laba terindikasi terjadi karena tekanan harga pada level produsen.
“Menurut responden, peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan biaya bahan baku atau material,” bunyi laporan BI.
Baca Juga
Pada kuartal II-2026, tekanan harga bahan baku terindikasi meningkatkan harga jual. Dalam survei BI, tekanan harga jual terindikasi meningkat pada kuartal II-2026 sebesar 22,38%, lebih tinggi dari SBT pada kuartal I-2026 yang sebesar 15,82%.
Peningkatan harga jual bersumber dari lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan motor dengan SBT sebesar 5,8%. Selain itu terdapat tekanan harga pada SBT lapangan usaha industri pengolahan sebesar 5,16%.
Meski demikian, kondisi keuangan sejumlah lapangan usaha masih dalam kondisi baik pada kuartal II-2026. Saldo bersih likuiditas kuartal II-2026 tercatat sebesar 15,03%, lebih rendah dibandingkan saldo bersih kuartal I-2026 yang sebesar 17,05%.
Responden yang menjawab kondisi likuiditas pada kuartal II-2026 “lebih baik” sebesar 22,78%. Angka ini lebih rendah dibandingkan jawaban responden pada kuartal I-2026 yang mencapai 23,98%.
Dari sisi kredit, terjadi penurunan terhadap saldo bersih akses kredit pada kuartal II-2026. Pada kuartal tersebut saldo bersih akses kredit sebesar 2,45%, lebih rendah dibandingkan saldo bersih pada kuartal I-2026 yang sebesar 4,84%.
