BI: Kinerja Dunia Usaha Meningkat pada Kuartal II-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya kenaikan kinerja dunia usaha pada kuartal II-2026. Ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang atau SBT sebesar 12,97% Angka ini tertinggi sejak kuartal IV-2024, dengan SBT sebesar 12,46%.
BI mencatat kinerja dunia usaha yang meningkat utamanya pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan. SBT untuk lapangan usaha ini tercatat sebesar 1,74%. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian SBT pada kuartal I-2026 yang sebesar 1,54%.
“Sejalan dengan masih berlangsungnya panen tanaman pangan di sejumlah wilayah lumbung pangan, antara lain, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat,” bunyi laporan tersebut, diakses Jumat (17/6/2026).
Sementara itu, SBT lapangan usaha pertambangan dan penggalian tercatat sebesar 0,37%. Pada kuartal sebelumnya, SBT lapangan usaha ini tercatat kontraksi 0,09%. Pulihnya SBT lapangan usaha ini sejalan dengan curah hujan yang menurun. Kondisi cuaca tersebut mendukung aktivitas pertambangan.
SBT lapangan usaha konstruksi tercatat sebesar 0,81% karena peningkatan aktivitas pengerjaan proyek pembangunan. Pada kuartal sebelumnya, SBT lapangan usaha konstruksi tercatat hanya 0,12%.
Sejalan dengan permintaan yang terjaga pada rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional dan libur sekolah, SBT lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tercatat sebesar 0,5%. Angka ini juga meningkat dari kuartal sebelumnya yang sebesar 0,23%.
Baca Juga
Meski begitu, tiga lapangan usaha menunjukkan penurunan kinerja pada kuartal II-2026. SBT lapangan usaha industri pengolahan misalnya turun ke 1,34% setelah sebelumnya mencapai 1,46%. Sejumlah industri di lapangan usaha ini masih bergerak stabil, di antaranya industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, industri kimia, farmasi dan obat tradisional.
“Namun demikian, beberapa sub lapangan usaha melambat bersumber dari industri karet, barang dari karet dan plastik, industri barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik,” bunyi laporan tersebut.
Sementara itu, penurunan juga terjadi di lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan motor. Lapangan usaha ini memiliki SBT sebesar 1,04% turun dari kuartal I-2026 yang mencapai 1,24%.
Sejalan dengan menurunya lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, SBT lapangan usaha transportasi dan pergudangan juga turun ke 0,72% dari kuartal I-2026 yang sebesar 0,79%.
Penurunan SBT juga terlihat dari lapangan usaha informasi dan komunikasi. SBT lapangan usaha tercatat sebesar 0,82% turun dari posisi 0,84% pada kuartal I-2026.
