BPOM Serap 99,5% Pagu Efektif, Minta Tambahan Anggaran untuk Perkuat Pengawasan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat realisasi belanja tahun anggaran 2025 mencapai 99,51% dari pagu efektif. Meski jika dihitung terhadap pagu awal (existing), tingkat penyerapannya hanya 68,74%, BPOM menegaskan penurunan tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi belanja pemerintah melalui refocusing dan realokasi anggaran.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, realisasi belanja terhadap pagu existing mencapai Rp1,76 triliun dari alokasi Rp2,56 triliun. Namun setelah penyesuaian anggaran, hampir seluruh pagu efektif berhasil diserap.
"Kalau dibandingkan dengan pagu efektif, realisasi kami mencapai 99,51%. Penurunan terhadap pagu existing terjadi karena kebijakan efisiensi belanja pemerintah sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 dan kebijakan refocusing anggaran," ujar Taruna, Rabu (15/7/2026).
Ia juga memaparkan, dari sisi kinerja pengawasan, BPOM melampaui sejumlah target, di antaranya memeriksa 3.865 sarana produksi dari target 3.738 serta mengawasi 24.392 sarana distribusi, lebih tinggi dibanding target 23.734.
Baca Juga
KPK Bakal Usut Setoran Rutin Blueray Cargo untuk Pejabat BPOM dan Kemendag
BPOM juga mendampingi 879 UMKM, melampaui target 841 pelaku usaha. Selain itu, lembaga tersebut mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 12 tahun berturut-turut.
Meski demikian, menurut Taruna, BPK masih memberikan sejumlah rekomendasi terkait pengelolaan PNBP, belanja pegawai, belanja modal, pengelolaan aset, hingga kebijakan akuntansi. Dari total 871 rekomendasi yang pernah diterbitkan, sebanyak 846 rekomendasi atau 97,13% telah ditindaklanjuti sesuai saran BPK.
Lebih lanjut, ke depan, Taruna mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan tambahan anggaran agar pengawasan obat dan makanan pada tahun mendatang dapat lebih optimal dijalankan.
"Jadi kesimpulan yang terakhir ini kami perlu sampaikan karena kita berharap mudah-mudahan akan ada review juga untuk kami peningkatan anggaran kami untuk tahun depan," ungkap Taruna.
