Renovasi Hotel Meliá Bali Telan Rp 1,4 Triliun, Rampung Akhir Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui anak usahanya PT Suryalaya Anindita International (SAI) telah mendapatkan pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 1,4 triliun untuk merenovasi Hotel Meliá Bali di kawasan The Nusa Dua, Bali.
Presiden Direktur PT SAI Johannes Suriadjaja menyatakan, pihaknya akan membuka kembali Hotel Meliá Bali pada Desember 2025 mendatang.
“Kita baru saja menandatangani loan agreement dari BCA dengan nilai sekitar Rp 1,4 triliun dan itu menunjukkan keyakinan kita terhadap ITDC dan kawasan The Nusa Dua, Bali. Sejak 10 Oktober 2024 lalu, Meliá Bali telah menjalankan renovasi menyeluruh dan akan beroperasi kembali di bulan Desember 2025,” kata Johannes usai acara Penandatanganan Amandemen IV LUDA Lot N1 The Nusa Dua di Hotel Gran Meliá, Jakarta, Selasa (7/1/2025).
Ia menambahkan, Hotel Meliá Bali akan berganti nama menjadi “Paradisus by Meliá Bali” guna menarik para wisatawan di kawasan The Nusa Dua, Bali.
“Kehadiran merek baru ini tidak hanya akan menghadirkan pengalaman menginap premium bagi wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan akomodasi di kawasan The Nusa Dua,” ucap Johannes.
Baca Juga
Adapun beroperasinya hotel berbintang 5 di Bali itu akan dihiasi dengan fasilitas-fasilitas baru dengan mengedepankan konsep all inclusive family resort.
“Jadi, orang datang ke resort kita ini, dia (pelanggan) sudah membayar untuk kamar dan makanan, all you can eat. Nantinya akan ada taman bermain buat anak-anak juga, baik yang di umur 6 tahun ke bawah maupun remaja. Di situlah, kenapa besar sekali investasi yang kita lakukan, karena tambahan restoran supaya orang nggak bosan, serta fasilitas bermain bagi anak-anak kecil maupun anak-anak yang menuju dewasa,” tutur Johannes.
Johannes juga mengklaim, “Paradisus by Meliá Bali” menjadi yang pertama di belahan dunia Asia yang menggunakan konsep penginapan selevel negara Eropa dan Amerika.
“Jadi untuk pasar Eropa dan Amerika tuh sangat familiar dengan konsep ini. Cuman kita menjadi Paradisus pertama, dan kita memperkenalkan ‘all inclusive family resort’ ini yang pertama di Asia,” tutup dia.
Baca Juga
Berdasarkan catatan investortrust.id, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama PT Suryalaya Anindita International (SAI), pemilik dan pengelola Meliá Bali Hotel, telah memperpanjang kerjasama Land Utilization & Land Development Agreement (LUDA) untuk Lot N1 di kawasan The Nusa Dua, Bali hingga 17 April 2063.
“Perjanjian yang telah berlangsung hampir selama 50 tahun sejak 18 April 1983 hingga 17 April 2033 akan diperpanjang untuk periode tambahan selama 30 tahun, dan akan berakhir pada 17 April 2063. Dengan opsi perpanjangan lebih lanjut selama 20 tahun sampai 17 April 2083, sehingga total masa kerja sama bisa mencapai 100 tahun,” kata Johannes.
Menurut dia, perpanjangan kerja sama ini mampu untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dan fasilitas di Paradisus by Meliá Bali, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
“Upaya ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi wisata unggulan yang menawarkan pengalaman akomodasi berkelas dunia,” tambah Johannes.
Sementara itu, Direktur Komersial ITDC Troy Warokka mengatakan, pihaknya berharap kerja sama berkelanjutan ini dapat memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata bertaraf internasional yang mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri pariwisata nasional.
“Kehadiran Paradisus by Meliá Bali ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan, tidak hanya bagi daya tarik kawasan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional melalui kontribusi sektor pariwisata yang semakin kuat,” ujar dia.

