Telan Investasi Rp 4,8 Triliun, Pembangunan PLTGU Tambak Lorok Kapasitas 779 Megawatt Rampung
SEMARANG, investortrust.id – PT Hutama Karya (Persero) telah merampungkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 3 yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Diketahui, pembangunan PLTGU ini menelan biaya investasi sebesar Rp 4,8 triliun dengan kapasitas yang dimiliki sekitar 779 Megawatt (MW).
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim menyatakan, PLTGU Tambak Lorok Blok 3 ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan listrik di wilayah Jawa dan Bali.
“Rampungnya proyek ini menambah portofolio Hutama Karya pada proyek EPC. Ini merupakan pencapaian besar perusahaan dalam menghasilkan proyek yang dapat meningkatkan kapasitas listrik nasional, terutama dengan adopsi teknologi canggih yang belum pernah diterapkan di Asia Pasifik,” kata Adjib dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, dikutip Sabtu (24/8/2024).
Baca Juga
PLTGU Jawa-1 Siap Beroperasi Penuh, Tekan Emisi Karbon 3,3 Juta Ton per Tahun
Adapun proyek PLTGU senilai hampir Rp 5 triliun ini merupakan hasil Kerja Sama Operasi (KSO) antara Hutama Karya dengan kontraktor internasional yakni General Electric (GE) dan Marubeni Corporation (MC) atau KSO GE-MC-HK.
Lebih lanjut, Adjib menyampaikan, Hutama Karya sukses menyelesaikan pekerjaan sipil yang meliputi perbaikan tanah, pembangunan struktur dan bangunan, serta instalasi peralatan dalam pembangunan PLTGU ini.
“PLTGU Tambak Lorok Blok 3 akan menjadi pembangkit listrik pertama di Asia Pasifik yang mengadopsi teknologi turbin gas HA (High-efficiency Air-cooled), di mana memungkinkan efisiensi energi yang optimal melalui kombinasi pembangkit tenaga gas dan uap yang telah memenuhi standar manajemen kualitas lingkungan internasional,” jelas Adjib.
Adjib juga menuturkan, proyek ini menghadapi tantangan cuaca dikarenakan area proyek yang berada pada area Pelabuhan Tanjung Emas sehingga sering kali mengalami banjir rob, sementara tantangan lainnya yakni pembangunan proyek ini melewati kondisi pandemi Covid-19.
Baca Juga
ESDM Susun Roadmap Pensiun Dini PLTU, Selesai September 2024
Menjawab tantangan tersebut, lanjut Adjib, KSO GE-MC-HK melakukan beberapa strategi melalui optimalisasi manajemen proyek yang solid dan kolaborasi erat dengan supplier lokal dan nasional sehingga proyek ini dapat diselesaikan dengan baik. Kolaborasi yang solid ini juga berfungsi sebagai katalis untuk pertukaran ilmu (transfer knowledge) bagi perusahaan lokal dalam membangun PLTGU.
Sebagai gambaran, PLTGU Tambak Lorok merupakan proyek pembangkit listrik milik PT PLN Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN (Persero), yang menjadi salah satu penugasan Pemerintah dan secara khusus bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik di area Jawa dan Bali.
“Sebelum dioperasikan, pembangkit listrik ini rencananya akan diresmikan terlebih dahulu oleh Direktur Utama PLN,” tutup Adjib.

