Telan Anggaran Rp 106,4 Miliar, Proyek 8 Ruas Jalan di Bali Rampung
BALI, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan konstruksi delapan ruas Inpres Jalan Daerah (IJD) TA 2023 di empat Kabupaten Provinsi Bali yang menelan anggaran sekitar Rp 106,4 miliar.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan, program IJD dilaksanakan berdasarkan Inpres Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.
''Pekerjaan IJD di Kabupaten Bangli, yaitu di ruas jalan Lembean - Langgahan sepanjang 8,61 km, tadinya lebarnya 3,5 meter dan kini 5 meter. Dengan ketebalan kurang lebih 11 cm. Mudah-mudahan pekerjaannya baik, sehingga kuat dan tahan lama,'' kata AHY dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (12/11/2024).
AHY menambahkan, delapan ruas IJD yang telah rampung di Kabupaten Bangli diharapkan dapat mendukung konektivitas dan meningkatkan perekonomian daerah dengan waktu tempuh yang lebih efisien.
''IJD ini telah meningkatkan ekonomi masyarakat, utamanya dengan semakin baiknya konektivitas antar desa, maka perpindahan barang dan manusia menjadi semakin singkat. Bahkan, (waktu tempuh) dari kurang lebih 45 menit sekarang bisa menjadi 15 menit. Artinya, jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. IJD juga mendukung kawasan produktivitas ekonomi, seperti di bidang pertanian, perkebunan dan pariwisata,'' jelas dia.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan, pihaknya akan terus mengawal pekerjaan jalan nasional atau IJD sesuai peraturan yang berlaku guna meningkatkan konektivitas antar wilayah.
''Terkait IJD, nanti akan kami teruskan karena pentingnya jalan daerah ini bagi konektivitas masyarakat. Nanti pada tahun 2025 dan seterusnya, kami akan kembali fokus ke IJD, sebagai salah satu infrastruktur yang paling efektif untuk mempercepat konektivitas antar daerah. Sebab masih banyak jalan nasional dan jalan daerah yang belum tersambung dengan baik, sehingga tentu akan kami lanjutkan,'' tegas Dody.
Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I, Direktorat Jenderal Bina Marga Nyoman Suaryana menerangkan, latar belakang pelaksanaan program IJD di Indonesia karena adanya gap kondisi jalan yang cukup besar antara jalan nasional dan jalan daerah.
''Saat ini, Jalan Nasional berada dalam kondisi mantap 92%, Jalan Provinsi di angka 73% dan Jalan Kabupaten di angka 60%,'' papar dia.
Nyoman Suaryana turut mengungkapkan, pelaksanaan pembangunan delapan ruas jalan daerah di Bali ini dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur - Bali, dengan total panjang 34,4 km dan alokasi anggaran sebesar Rp 106,4 miliar.
''IJD TA 2023 di Provinsi Bali tersebar di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Bangli, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Buleleng. Saat ini, seluruh pelaksanaan pekerjaan telah selesai dan mencapai 100%,” terang Nyoman Suaryana.
Salah seorang masyarakat penerima manfaat IJD TA 2023, I Komang Dankayana berterima kasih kepada Kementerian PU atas pembangunan jalan daerah tersebut.
''Kami penerima IJD di Desa Langgahan sangat berterima kasih kepada Presiden RI dan Kementerian PU karena pada tahun 2023 kami mendapatkan IJD. Dulu keadaan wilayah kami sangat buruk, karena untuk menuju ke arah Kabupaten/Kota sejauh 12 km itu bisa 45 menit. Dengan dibangunnya IJD, jarak tempuh bisa dicapai dalam waktu 15 menit. Oleh karena itu, kami harap ke depannya ada upaya lanjutan jalan daerah bagi masyarakat,'' tutup Komang.

