Melihat Pesona Desa Wisata Adat Sasak Ende
NTB, investortrust.id - Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata modern dan gemuruhnya sirkuit internasional Mandalika di Lombok Tengah, Desa Wisata Sasak Ende tetap berdiri teguh mempertahankan keaslian budaya serta tradisi leluhur suku Sasak. Desa ini memiliki sekitar 35 kepala keluarga, 58 bangunan tradisional, dan dihuni kurang lebih 175 jiwa. Nama Ende berarti tameng atau perisai, yang dimaknai sebagai benteng pelindung wilayah sekitarnya. Lokasi Desa Wisata Sasak Ende yang terletak di Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Letaknya hanya sekitar 20 menit Sirkuit Internasional Mandalika yang modern.
Adapun keunikan desa ini bisa terlihat dari arsitektur rumah tradisional yang tidak memiliki jendela dan hanya dilengkapi satu pintu. Rumah adat Sasak tempo dulu, yang sekarang masih kita temukan di Kampung Adat Sasak Ende, dikenal dengan nama bale. Bentuknya sederhana, tetapi kaya makna. Atapnya terbuat dari alang-alang kering, disusun tinggi menyerupai gunung. Bukan sekadar gaya, atap itu menjadi simbol hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.
Selain itu dari sisi ekonomi, penjualan kerajinan tangan menjadi salah satu aktivitas masyarakat yang dikelola melalui koperasi. Berbeda dengan Desa Sade yang lebih dikenal sebagai destinasi wisata budaya, Desa Ende masih beradaptasi dengan dinamika sosial dan ekonomi modern.
