Pemerintah Akselerasi Pemulihan dan Rekonstruksi Desa Adat Sade Pasca Kebakaran
Poin Penting
|
MATARAM, Investortrust.id -- Kondisi Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengalami bencana kebakaran pada akhir Agustus 2026 lalu terus menunjukkan kemajuan positif, terutama setelah masa tanggap darurat resmi berakhir pada 20 September 2026.
Untuk mempercepat proses pemulihan pasca musibah tersebut, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian Herfan Brilianto dan Kepala Biro Pengendalian Kawasan Ekonomi Khusus Setdenas KEK Bambang Wijanarko, melakukan kunjungan kerja langsung ke Desa Adat Sade pada Jumat, (9/10/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, dilakukan pembahasan teknis bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili oleh Asisten Daerah Lalu Moh. Fauzal.
Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan dengan lancar.
"Kemenko Perekonomian mengoordinasikan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan juga mitra lainnya, untuk memastikan kebutuhan pendanaan, kesesuaian desain, jadwal penyelesaian, serta pembagian peran antar pihak agar pembangunan kembali bangunan di sana dapat terlaksana dengan baik," ungkap Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam pernyataannya dikutip Minggu (11/10/2026).
Selain itu, mekanisme penyaluran bantuan dari para donatur, baik melalui rekening penampungan maupun rekening khusus bagi setiap kepala keluarga terdampak, telah disiapkan agar hasil donasi dapat segera disalurkan.
Baca Juga
Kebakaran Desa Sade Ganggu Usaha Penenun, Pertamina Salurkan 45 Alat Tenun
Dari sisi rekonstruksi fisik, rancangan pembangunan kembali yang diinisiasi oleh ITDC bersama Universitas Mataram dan komunitas adat setempat telah selesai dirancang. Desain tersebut nantinya diimplementasikan di lapangan dengan pendampingan teknis langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"Penanganan kini difokuskan pada implementasi desain dengan fokus utama pembangunan kembali rumah adat dan fasilitas umum, penyediaan infrastruktur utilitas dan keselamatan, serta pemulihan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga karakter budaya Sade," pungkas Susiwijono.
Progres pembangunan fisik dan pemulihan aktivitas warga di lokasi bencana juga mencatatkan perkembangan nyata. Hingga 9 Oktober 2026, sebanyak 40 dari total 75 rumah adat yang rusak telah berhasil dibangun kembali dan terpasang atapnya, sementara pengerjaan masjid, museum, bale bengong, serta toilet umum sudah mulai dikerjakan. Di samping itu, aktivitas ekonomi masyarakat setempat kini mulai menggeliat kembali, terlebih setelah mendapat dukungan bantuan berupa bahan baku, modal usaha, dan alat produksi dari Kementerian Pariwisata.
