Kemenpar Salurkan Rp 817,5 Juta untuk Pemulihan Desa Adat Sade
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyalurkan bantuan Rp 817,5 juta untuk memulihkan ekonomi warga Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan ini diberikan setelah kebakaran melanda kawasan tersebut pada 22 Agustus 2026.
Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana memastikan, rehabilitasi Desa Adat Sade tetap menjaga tradisi Sasak. Pemulihan juga diarahkan untuk memperkuat keselamatan dan menggerakkan kembali ekonomi warga.
“Prinsip kita jelas, yaitu membangun kembali Desa Adat Sade agar lebih aman dan lebih tangguh, tanpa kehilangan keaslian arsitektur serta nilai-nilai adat yang menjadi identitasnya,” kata Widiyanti dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).
Bantuan Kemenpar mencakup modal kerja bagi 69 UMKM, 15 alat tenun gedogan, 70 paket bahan baku tenun, dan 43 paket peralatan kerajinan nontenun. Dukungan ini diharapkan membantu warga kembali berproduksi tanpa menunggu seluruh pembangunan rampung.
Rekonstruksi Desa Adat Sade dimulai pada 3 September 2026 melalui ritual adat Nyemulak (Tanjak Teken). Tahap awal pembangunan meliputi masjid, sekenam atau ruang berkumpul, museum semipermanen, serta fasilitas sanitasi.
Kemenpar juga mendorong penyediaan sistem proteksi kebakaran, jalur evakuasi, pasokan air, dan alat pemadam. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan warga sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Baca Juga
Pemerintah Akselerasi Pemulihan dan Rekonstruksi Desa Adat Sade Pasca Kebakaran
Widiyanti menegaskan, pemulihan tidak hanya berfokus pada kerusakan fisik. “Ada kehidupan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan warisan budaya yang harus kita pulihkan secara bersamaan,” ujarnya.
Kemenpar turut menyiapkan pelatihan pemandu wisata, peningkatan standar pelayanan, penguatan merek produk kerajinan, dan pemasaran digital. Program ini diharapkan memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Kemenpar juga menyiapkan peluncuran kembali Desa Adat Sade sebagai destinasi wisata budaya setelah fasilitas dan standar keselamatan dinyatakan siap. Kepala Dusun Adat Sade, Endap, berharap pemulihan segera menghidupkan kembali aktivitas warga dan menjaga tradisi leluhur.
“Bagi kami, Sade bukan sekadar destinasi wisata, tetapi rumah bagi budaya dan adat istiadat warisan leluhur yang harus terus kami jaga,” kata Endap.
