Kebakaran Desa Sade Ganggu Usaha Penenun, Pertamina Salurkan 45 Alat Tenun
Poin Penting
|
LOMBOK, investortrust.id – Pemulihan ekonomi warga Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran pada Agustus 2026 mulai menyasar para perajin tenun. PT Pertamina (Persero) menyalurkan 45 alat tenun dan memberikan pendampingan pelatihan agar warga dapat kembali berproduksi dan memperoleh penghasilan.
Kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2026 tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga bangunan penunjang aktivitas ekonomi dan budaya, seperti toko seni, lumbung, dan Bale Baleq. Dampaknya turut dirasakan perajin tenun, penjual suvenir, hingga pemandu wisata yang menggantungkan penghasilan pada kunjungan wisatawan.
Bagi perajin, hilangnya peralatan kerja menjadi kendala untuk kembali menghasilkan kain tenun Sasak. Padahal, produk tersebut merupakan salah satu daya tarik wisata budaya Desa Sade sekaligus sumber pendapatan bagi keluarga setempat.
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, bantuan peralatan dan pelatihan diharapkan mempercepat kembalinya aktivitas produksi para perajin.
“Melalui bantuan 45 alat tenun serta pendampingan pelatihan, kami berharap para perajin Desa Adat Sade dapat kembali bekerja dan menghasilkan karya. Tradisi tenun memiliki nilai penting bagi masyarakat, baik sebagai sumber penghidupan maupun sebagai warisan budaya yang perlu terus dijaga,” ujar Arya saat menyalurkan alat tenun di sela-sela gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia, Sabtu (10/10/2026).
Arya menambahkan, kehadiran Pertamina di Mandalika membawa semangat untuk tumbuh bersama masyarakat dan memperluas manfaat perkembangan pariwisata bagi ekonomi lokal.
Baca Juga
Menpar: Rekonstruksi Desa Adat Sade Tetap Pertahankan Karakter Masyarakat Sasak
“Kami ingin masyarakat sekitar turut merasakan manfaat dari berkembangnya Mandalika. Melalui program TJSL, Pertamina mendukung penguatan potensi lokal agar warga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Dukungan bagi perajin Desa Sade juga menjadi upaya menjaga tradisi tenun agar terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” sebut dia.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sade, Thalib, mengatakan ketersediaan peralatan menjadi salah satu kebutuhan warga setelah kebakaran. Dengan alat tenun yang kembali tersedia, para perajin diharapkan dapat melanjutkan produksi dan menjual hasilnya kepada wisatawan.
“Setelah musibah, salah satu kebutuhan warga adalah peralatan untuk kembali bekerja. Kami berterima kasih atas bantuan Pertamina karena alat tenun ini membantu para perajin memulai kembali kegiatan mereka. Harapan kami, warga dapat kembali menghasilkan kain, memperoleh penghasilan, dan menyambut wisatawan dengan karya khas Desa Sade,” ungkap Thalib.
Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya masyarakat Sasak di Lombok. Karena itu, pemulihan usaha tenun berpotensi memberi dampak lebih luas terhadap perekonomian desa, mulai dari kegiatan produksi kain hingga penjualan suvenir kepada pengunjung.
