Astra Bangun Amfiteater di Desa Adat Kemiren, Perkuat Wisata Budaya Osing dan Ekonomi Warga
Poin Penting
|
BANYUWANGI, Investortrust.id — PT Astra International Tbk (Astra) membangun amfiteater berkapasitas 150 orang di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, untuk memperkuat pelestarian budaya Osing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan desa wisata.
Pembangunan fasilitas pertunjukan dan edukasi seni budaya tersebut menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra menjelang peringatan 70 tahun perusahaan pada 20 Februari 2027.
Peletakan batu pertama pembangunan amfiteater dilakukan secara simbolis pada 9 Oktober 2026 oleh Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto bersama Kepala Desa Kemiren, Mohammad Arifin.
Menurut Boy Kelana Soebroto, amfiteater tersebut dirancang dengan panggung berbentuk setengah lingkaran dan dinding bata merah yang mengadaptasi bentuk atap rumah adat Osing. Fasilitas itu juga akan dilengkapi tribun bertingkat dari batu alam serta lingkungan pepohonan untuk menunjang pertunjukan seni dan budaya.
“Kehadiran fasilitas ini diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menampilkan dan memperkenalkan kesenian tradisional Banyuwangi, seperti Tari Gandrung, Jaran Goyang, dan berbagai ekspresi budaya Osing lainnya,” ujar dia.
Executive in Charge Astra, Boy Gemino Kalauserang menjelaskan, pembangunan amfiteater merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pengembangan potensi lokal, termasuk kekayaan seni dan budaya yang dimiliki setiap desa.
“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami berupaya mendukung pengembangan potensi yang dimiliki setiap desa, termasuk kekayaan seni dan budaya local,” tutur dia.
Baca Juga
Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Wisata dan Bisnis Produk Lokal Berbasis Alam
Boy Gemino berharap kehadiran amfiteater tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang untuk melestarikan budaya Osing, sekaligus mendukung pengembangan wisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren.
Dia menambahkan, bagi masyarakat Kemiren, pembangunan amfiteater bukan sekadar penambahan fasilitas wisata, melainkan juga perwujudan harapan untuk memiliki ruang representasi budaya yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren, Mohammad Edy Saputro mengatakan, masyarakat telah lama menginginkan fasilitas yang dapat menjadi panggung bagi identitas dan tradisi leluhur mereka.
“Sejak dulu, kami masyarakat di Desa Kemiren memimpikan keberadaan amfiteater sebagai sarana untuk menyuarakan identitas, seni, dan tradisi leluhur kami,” ucap dia.
Berkat dukungan Astra, kata Edy Saputro, mimpi tersebut kini tidak lagi sekadar angan. “Kami punya amfiteater yang akan berdiri megah untuk menyuguhkan warisan budaya Osing ke atas pentas,” tandas pria yang akrab disapa Kang Edai tersebut.
Pendapatan Pokdarwis Naik 33%
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto mengungkapkan, pengembangan Desa Sejahtera Astra Kemiren telah berlangsung sejak 2024 dengan melibatkan masyarakat dalam empat bidang utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
Pendampingan tersebut, menurut dia, mencakup penguatan pos pelayanan terpadu (posyandu) dan pendidikan anak usia dini (PAUD), pengelolaan sampah, pengembangan biogas, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Astra juga mendukung pengembangan sarana penunjang pariwisata untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik desa wisata. “Upaya tersebut diarahkan agar pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan Masyarakat,” tutur dia.
Boy Kelana menjelaskan, program tersebut telah menjangkau sekitar 300 warga. Perkembangannya terlihat dari tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal yang melibatkan 40 pelaku usaha di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota pokdarwis yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata dan pelestarian budaya Osing.
“Masyarakat juga mengembangkan berbagai layanan untuk mendukung kegiatan pariwisata. Rangkaian aktivitas tersebut turut memberikan dampak terhadap pendapatan anggota Pokdarwis, yang meningkat hingga 33%,” papar dia.
Boy mengemukakan, capaian tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berfungsi menjaga identitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghidupan dan membuka peluang usaha baru di tingkat desa.
“Melalui penguatan kapasitas, penyediaan fasilitas, serta pendampingan masyarakat, pengembangan desa wisata diharapkan dapat menciptakan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengesampingkan tradisi local,” ujar dia.
Bina 10 Sekolah Dasar di Banyuwangi
Boy Kelana Soebroto mengemukakan, selain mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat, Astra memperluas kontribusinya melalui bidang pendidikan. Melalui Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA MDR), Astra bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi membina 10 SD di wilayah Desa Sejahtera Astra.
“Dua sekolah berada di Desa Sejahtera Astra Kemiren, sedangkan delapan lainnya berada di Desa Sejahtera Astra Jambe Wangi,” tutur dia.
Menurut Boy Kelana, kerja sama bertema Bersama Berkarya untuk Pendidikan yang Berdampak tersebut diresmikan di Kantor Bupati Banyuwangi pada 10 Oktober 2026.
Kepala SDN 2 Kemiren, Armulina menyambut baik program pembinaan tersebut.Dukungan bagi sekolah sangat berarti bagi siswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“Di sekolah kami, 75% siswa berasal dari keluarga tidak mampu. Inisiatif pembinaan sekolah yang diusung pada kerja sama Yayasan Astra–YPA MDR dengan Pemkab Banyuwangi memberikan harapan baru bagi anak-anak di desa kami,” tegas dia.
Dia berharap program pembinaan tersebut turut memperkuat kualitas pendidikan dan memperluas kesempatan anak-anak di wilayah desa untuk memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik.
Raih Predikat Platinum
Boy Kelana Soebroto menjelaskan, di tengah pengembangan program di tingkat desa, Desa Sejahtera Astra juga meraih Predikat Platinum, penghargaan tertinggi untuk kategori penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 8 dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD) tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan, lembaga, dan organisasi atas kontribusinya dalam mendukung pencapaian SDGs melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan.
Baca Juga
“Program Desa Sejahtera Astra mengembangkan potensi lokal melalui penguatan kelembagaan, pelatihan dan pendampingan masyarakat, dukungan prasarana, serta fasilitasi akses permodalan dan pemasaran,” tutur dia.
Program tersebut, kata Boy Kelana, sejalan dengan SDGs 8, yaitu mendorong pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Fokus ini menempatkan penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan usaha lokal sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan.
Selain Astra, sejumlah entitas Grup Astra, termasuk PT Pamapersada Nusantara dan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra, turut memperoleh penghargaan dalam ajang Indonesian SDGs Awards 2026.
Menuju 70 Tahun Astra
Boy Kelana Soebroto menegaskan, pengembangan Desa Sejahtera Astra menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat di berbagai daerah. Komitmen itu juga mengiringi perjalanan Astra menuju usia 70 tahun pada 20 Februari 2027, dengan mengusung tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia”.
Dia menambahkan, selama hampir tujuh decade, perjalanan Astra mencerminkan pertumbuhan perusahaan dan upaya untuk terus memberikan manfaat bagi Indonesia. Hingga saat ini, setidaknya 16 juta masyarakat telah menerima manfaat dari berbagai inisiatif Astra di berbagai daerah.
“Itu termasuk melalui program Desa Sejahtera Astra yang telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi lewat pengembangan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan,” papar dia.
Dia menegaskan, semangat Astra untuk terus berkarya dan tumbuh bersama Indonesia melalui Desa Sejahtera Astra sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
